Dikira Dapat Ikan Besar saat Menyauk di Sungai Riam, Warga Bunut Terkejut Temukan Jasad Bayi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- print Cetak

Warga Sanggau dihebohkan penemuan jasad bayi laki-laki di Sungai Riam oleh pencari ikan. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan mendalam. (Foto: Humas Polres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com — Warga Kabupaten Sanggau digegerkan dengan penemuan sesosok jasad bayi berjenis kelamin laki-laki di aliran Sungai Riam. Lokasi penemuan tepatnya berada di Jalan Semboja Indah 2, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, pada Senin malam, 19 Januari 2026.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 21.35 WIB. Dua warga yang sedang mencari ikan secara tidak sengaja menemukan jasad tersebut dalam kondisi tenggelam di kedalaman sungai.
Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus, menjelaskan bahwa pihaknya segera mengerahkan personel setelah menerima informasi dari masyarakat. Personel piket Polsek Kapuas bersama tim INAFIS Polres Sanggau langsung menuju lokasi untuk evakuasi.
Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian, jasad bayi laki-laki tersebut diperkirakan baru saja dilahirkan. Saat ditemukan oleh warga, jasad bayi dalam kondisi malang tanpa mengenakan sehelai pakaian pun.
Dua saksi mata yang menemukan jasad tersebut adalah Ambang (42) dan Duwi (25). Keduanya merupakan warga setempat yang saat itu sedang melakukan aktivitas menyauk ikan di sepanjang aliran Sungai Riam.
Kejadian bermula sekitar pukul 20.00 WIB ketika kedua saksi menyusuri sungai. Namun, sekitar pukul 21.30 WIB, alat sauk milik salah satu saksi tiba-tiba terasa berat seolah tersangkut beban yang cukup besar.
Saksi sempat mengira alat sauknya mengenai binatang air. Betapa terkejutnya mereka saat diangkat, ternyata ada sesosok jasad bayi laki-laki yang tersangkut di dalam alat sauk ikan tersebut.
Karena merasa panik dan takut, kedua saksi sempat meletakkan kembali jasad tersebut ke air lalu segera berlari melapor kepada Ketua RT 14 Kelurahan Bunut. Laporan ini kemudian diteruskan ke Mapolsek Kapuas.
Petugas kepolisian kemudian mengevakuasi jasad bayi tersebut dari sungai dan membawanya ke RSUD M.Th. Djaman Sanggau. Pemeriksaan medis lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian bayi tersebut.
Iptu Marianus menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini secara intensif. Polisi belum bisa menyimpulkan latar belakang di balik peristiwa tragis yang menimpa bayi malang itu.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan melakukan pengumpulan bahan keterangan untuk mengungkap peristiwa ini secara utuh,” tegas Iptu Marianus memberikan keterangan.
Kasi Humas Polres Sanggau, AKP Keken Sukendar, turut mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi liar di media sosial. Ia meminta warga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
Saat ini, Satreskrim Polres Sanggau tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya unsur tindak pidana pembuangan bayi di wilayah tersebut.
Pendekatan kepada masyarakat sekitar terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mencari informasi tambahan. Polisi berkomitmen mengungkap kasus ini secara profesional agar keadilan bagi jasad bayi tersebut dapat ditegakkan.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Humas Polres

Saat ini belum ada komentar