Jumat, 3 Jul 2026
Trending Tags
Beranda » News » Pekawai Jadi Primadona Baru di Perbatasan, Karantina Kalbar Catat Ekspor Ratusan Ton Sepanjang Januari

Pekawai Jadi Primadona Baru di Perbatasan, Karantina Kalbar Catat Ekspor Ratusan Ton Sepanjang Januari

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KilasSanggau.Com — Berakhirnya musim durian ternyata tidak menyurutkan geliat ekspor hortikultura di beranda depan negara. Seiring meredanya pengiriman durian, kini giliran buah pekawai yang mengambil alih panggung sebagai komoditas unggulan baru.

Buah eksotis khas Kalimantan ini mencatatkan lonjakan signifikan. Baik dari frekuensi pengiriman maupun volume ekspor yang melintasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong menuju Malaysia terpantau meningkat tajam.

Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Entikong mencatat kinerja impresif sepanjang Januari 2026. Sebanyak 103,59 ton pekawai berhasil dikirim ke negara tetangga melalui 25 kali frekuensi pengiriman.

Capaian ini menegaskan tren peralihan komoditas musiman yang tetap terjaga konsistensinya. Perdagangan lintas batas negara pun tetap stabil meski jenis buah yang dikirim mulai berganti.

Penanggung jawab Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari dinamika alami. Perdagangan komoditas hortikultura di kawasan perbatasan memang sangat dipengaruhi oleh musim buah.

“Usai berakhirnya musim durian, pekawai kini mendominasi arus ekspor melalui PLBN Entikong,” ujar Swiet Sinay memberikan keterangan.

Keberhasilan mengirimkan lebih dari 100 ton pekawai ini membuktikan daya saing buah lokal. Hal ini menunjukkan bahwa produk asli Kalimantan sangat diminati oleh pasar luar negeri.

Meskipun volume pengiriman meningkat tajam, Swiet Sinay menegaskan pengawasan tetap menjadi prioritas. Pihaknya memastikan seluruh proses berada dalam kendali ketat petugas karantina.

Setiap buah pekawai yang dikirimkan wajib melalui serangkaian tindakan karantina sesuai regulasi. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan komoditas tersebut bebas dari hama penyakit atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Selain itu, pengawasan dilakukan agar produk memenuhi standar ketat negara tujuan. Karantina Kalimantan Barat berkomitmen penuh menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas buah asli Indonesia.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proliga 2026 Sapa Pontianak 8 Januari, Tiket Mulai Rp50 Ribu Plus Voucher UMKM

    Proliga 2026 Sapa Pontianak 8 Januari, Tiket Mulai Rp50 Ribu Plus Voucher UMKM

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Kota Pontianak kembali menjadi pusat perhatian pencinta olahraga voli tanah air. Turnamen bola voli profesional kasta tertinggi di Indonesia, Proliga 2026, resmi digelar di Ibu Kota Kalimantan Barat tersebut. Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 8 hingga 11 Januari 2026, dengan upacara pembukaan (opening ceremony) yang akan dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari […]

  • Solusi Kebun Dapur Praktis: Cara Maksimalkan Lahan Terbatas untuk Bahan Pangan Segar

    Solusi Kebun Dapur Praktis: Cara Maksimalkan Lahan Terbatas untuk Bahan Pangan Segar

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Memiliki halaman rumah yang sempit kini bukan lagi penghalang bagi Anda yang ingin mendapatkan bahan masakan segar setiap hari. Melalui kreativitas pemanfaatan pot, polibag, atau area kecil di pekarangan, memiliki kebun dapur sendiri menjadi solusi yang praktis sekaligus hemat. Melansir panduan dari kanal YouTube Plant Traces, kunci sukses berkebun di lahan terbatas terletak […]

  • Sekadau Dikepung Banjir, 11.583 Jiwa Terdampak Luapan Sungai Usai Hujan Ekstrem

    Sekadau Dikepung Banjir, 11.583 Jiwa Terdampak Luapan Sungai Usai Hujan Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Bencana banjir di Sekadau melanda pemukiman warga sejak Kamis dini hari, 8 Januari 2026. Curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang mengguyur sejak Rabu malam memicu luapan Sungai Sekadau, merendam ribuan rumah di wilayah Kecamatan Nanga Taman dan Kecamatan Nanga Mahap. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Heri Handoko […]

  • Polri Kerahkan 86 Alat Berat Percepat Pemulihan Bencana di Sumatra, Akses Jalan hingga Permukiman Dibersihkan

    Polri Kerahkan 86 Alat Berat Percepat Pemulihan Bencana di Sumatra, Akses Jalan hingga Permukiman Dibersihkan

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengintensifkan langkah pemulihan wilayah terdampak bencana alam di Pulau Sumatra. Hingga saat ini, sebanyak 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck telah dikerahkan guna mempercepat pembersihan material banjir dan longsor di sejumlah provinsi. Pengerahan alat berat tersebut difokuskan di tiga wilayah utama, yakni Aceh, Sumatra […]

  • Gurih dan Berempah! Ini Resep Sop Tulang Sapi Empuk dengan Teknik Presto

    Gurih dan Berempah! Ini Resep Sop Tulang Sapi Empuk dengan Teknik Presto

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Keyvin
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Sop tulang sapi merupakan salah satu hidangan yang sangat digemari masyarakat karena perpaduan kuah kaldu yang gurih dengan aroma rempah yang kuat. Tantangan utama dalam memasak menu ini adalah memastikan daging yang menempel pada tulang menjadi empuk dan bumbu meresap sempurna hingga ke dalam. Melansir tutorial kuliner dari kanal YouTube Ria zi dan […]

  • Cari Ikan Malah Dapat Bom, Penyelam di Beduai Temukan Mortir Aktif di Dasar Sungai

    Cari Ikan Malah Dapat Bom, Penyelam di Beduai Temukan Mortir Aktif di Dasar Sungai

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Warga Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, digegerkan dengan penemuan satu buah mortir yang diduga masih aktif di wilayah Muara Sungai Beduai. Benda berbahaya tersebut ditemukan oleh seorang warga saat sedang menyelam untuk mencari ikan. Peristiwa ini bermula pada Minggu malam, 15 Februari 2026, sekitar pukul 22.20 WIB. Mario Febrian (33), warga Dusun Timaga, menemukan […]

expand_less