Dengar Letupan Saat Main HP, Jeddy Terkejut Lihat Atap Rumahnya di Desa Kedukul Mukok Mulai Membara
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- print Cetak

Satu rumah di Dusun Ubay, Desa Kedukul ludes terbakar pada Minggu sore. Pemilik rumah sempat mendengar suara letupan dari lantai dua sebelum api melahap bangunan kayu tersebut. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com — Peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di Dusun Ubay, Desa Kedukul, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau pada Minggu sore, 1 Februari 2026. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Meski tidak memakan korban jiwa, insiden ini mengakibatkan kerugian materi yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Rumah yang ludes dilalap si jago merah diketahui milik Jeddy Julianto (45), seorang warga setempat. Sebagian besar bangunan rumah tidak dapat diselamatkan karena kobaran api yang sangat cepat membesar.
Menurut keterangan di lokasi kejadian, kebakaran pertama kali diketahui oleh Jeddy saat ia sedang berbaring di lantai satu sambil menggunakan telepon genggam. Secara tiba-tiba, ia mendengar suara letupan dari arah dek lantai dua rumahnya.
Karena curiga, Jeddy segera keluar untuk memastikan kondisi bangunan. Ia terkejut melihat asap hitam tebal sudah mengepul dari bagian atas atap rumahnya yang menandakan api telah membakar bagian atas.
Jeddy langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Masyarakat Dusun Ubay kemudian berdatangan untuk membantu mengevakuasi barang-barang berharga serta melakukan pemadaman manual dengan peralatan seadanya.
Kondisi bangunan yang sebagian besar bermaterial kayu membuat api merambat sangat cepat ke seluruh bagian rumah. Kondisi ini menyulitkan upaya warga dalam mengendalikan api sebelum bantuan profesional tiba.
Beberapa saat kemudian, tim gabungan dari Damkar Kabupaten Sanggau, Damkar Yayasan Bhakti Sentosa, BPBD Sanggau, serta Damkar PT MPE tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman intensif.
Petugas berjibaku selama kurang lebih dua setengah jam hingga akhirnya api benar-benar berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 19.00 WIB.
Kapolsek Mukok, AKP Ambril, menyatakan bahwa pihaknya langsung melakukan pengamanan lokasi dan pendataan awal setelah menerima laporan musibah tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai kurang lebih Rp300 juta,” ujar AKP Ambril, Minggu (1/2/2026).
Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik, mengingat adanya suara letupan yang terdengar dari lantai dua sebelum api muncul ke permukaan.
Untuk memastikan penyebab pastinya, Polsek Mukok akan berkoordinasi dengan Unit Inafis Satreskrim Polres Sanggau guna melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh.
“Untuk memastikan penyebab kebakaran, kami akan melibatkan Unit Inafis agar hasilnya objektif dan dapat menjadi bahan evaluasi bersama,” tambah Kapolsek.
Pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas juga akan bersinergi dengan perangkat desa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran dan standar instalasi listrik.
AKP Ambril mengimbau warga agar rutin memeriksa jaringan listrik di rumah masing-masing dan selalu menggunakan jasa teknisi berkompeten guna meminimalisir risiko serupa di masa mendatang.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar