Misi Kemanusiaan di Tengah Banjir: Tim Gabungan Terjang Genangan 1,5 Meter Evakuasi Jenazah ke Entikong
- account_circle Teodardus
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- print Cetak

Misi Kemanusiaan di Tengah Banjir: Tim Gabungan Terjang Genangan 1,5 Meter Evakuasi Jenazah ke Entikong. (Foto: Humas Polres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com – Aksi heroik demi kemanusiaan terjadi di tengah kepungan banjir yang melanda Kabupaten Sanggau. Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan harus berjibaku menerjang genangan air setinggi 1,5 meter demi mengevakuasi dua jenazah warga Kecamatan Entikong yang tertahan di wilayah Kecamatan Beduai, Minggu (11/1/2026) pagi.
Akses utama di Jalan Raya Malindo, Kecamatan Beduai, yang lumpuh total akibat banjir membuat kendaraan ambulans tidak dapat melintas, sehingga diperlukan tindakan evakuasi manual secara bertahap.
Proses evakuasi yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, bersama Danramil Beduai, Letda Resbondi. Tim harus menaklukkan empat titik banjir dengan kedalaman berkisar antara 1 hingga 1,5 meter.
Kondisi medan yang ekstrem membuat kendaraan berat sekalipun tidak mampu lewat. Akibatnya, tim gabungan menggunakan perahu karet dan rakit darurat, hingga menggotong peti jenazah secara manual demi memastikan proses pemulangan tetap berjalan dengan hormat.
“Kami berupaya maksimal agar proses pemulangan jenazah dapat terlaksana dengan baik, meskipun harus menghadapi medan yang sulit. Keselamatan personel dan penghormatan terhadap jenazah menjadi perhatian utama kami,” ujar AKP Heri Triyana.
Diketahui, kedua jenazah tersebut merupakan warga Dusun Punti Kayan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, yang meninggal dunia karena sakit saat menjalani perawatan di RSUD M.Th. Djaman Sanggau.
Setelah berhasil menyeberangi titik banjir terdalam, kedua jenazah dipindahkan ke kendaraan ambulans dan armada pemadam kebakaran Kecamatan Beduai untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah duka di Desa Nekan.
Kepala Desa Bereng Berkawat, Agus Rahmaddani, beserta masyarakat setempat turut membantu jalannya evakuasi yang memakan waktu beberapa jam tersebut. Sinergi antara berbagai instansi ini menjadi kunci kelancaran misi kemanusiaan di tengah situasi darurat bencana.
“Solidaritas dan kerja sama semua pihak sangat membantu. Ini adalah wujud kesiapsiagaan kami dalam memastikan masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan tetap terlayani secara cepat dan bermartabat, meski di tengah bencana,” pungkas Kapolsek Beduai.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan BPBD masih terus berjaga di titik-titik banjir sepanjang Jalan Raya Malindo untuk membantu mobilitas darurat masyarakat lainnya yang terdampak luapan air.
- Penulis: Teodardus
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Humas Polres

Saat ini belum ada komentar