Tak Makan Tiga Hari, Sufa’at Lansia Tanpa Identitas Ditemukan Lemah di Jalan Pancasila Sanggau
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- print Cetak

Polres Sanggau evakuasi Sufa'at, lansia sakit tanpa identitas yang terlantar di Komplek Pasar Rawa Bangun. Korban mengaku tidak makan selama tiga hari sebelum dilarikan ke RSUD. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com — Aparat kepolisian berhasil mengevakuasi seorang lanjut usia (lansia) yang ditemukan terlantar dalam kondisi sakit di kawasan Jalan Pancasila, Komplek Pasar Rawa Bangun, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Tindakan cepat ini dilakukan personel Polres Sanggau setelah menerima laporan masyarakat mengenai adanya seorang pria yang tergeletak lemah dan membutuhkan pertolongan medis segera.
Lansia tersebut diketahui bernama Sufa’at. Saat ditemukan, ia tidak memiliki dokumen identitas kependudukan. Kepada petugas, Sufa’at mengeluhkan sakit dan mengaku belum makan selama kurang lebih tiga hari, sehingga kondisi fisiknya tampak sangat memprihatinkan.
Mendapati laporan tersebut, personel piket penjagaan Mako Polres Sanggau bersama unit Samapta dan tim Dokkes langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum proses evakuasi.
Guna menyelamatkan nyawanya, petugas membawa Sufa’at ke RSUD M.Th. Djaman Kabupaten Sanggau untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Proses ini dilakukan dengan bersinergi bersama Dinas Sosial Kabupaten Sanggau.
Selain penanganan medis, polisi juga memberikan bantuan makanan untuk memulihkan tenaga korban. Hingga saat ini, petugas masih menelusuri asal-usul serta keberadaan keluarga lansia tersebut.
Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Sosial, Sufa’at diketahui hidup secara nomaden di wilayah Kabupaten Sekadau dan Sanggau. Lansia ini dikabarkan pernah memiliki anak angkat di Sekadau, namun status hubungan tersebut kini belum dapat dipastikan.
Catatan Dinas Sosial juga menunjukkan bahwa Sufa’at pernah ditemukan terlantar di wilayah Sanggau pada Februari 2025 lalu, meski saat itu kondisinya masih dalam keadaan sehat.
Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono, melalui Kasi Humas Ipda Thomson M. Pakpahan, menegaskan bahwa respons cepat ini adalah wujud nyata kehadiran Polri dalam aspek kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak ke lokasi. Prioritas kami adalah menyelamatkan jiwa terlebih dahulu, kemudian memastikan yang bersangkutan mendapatkan penanganan medis dan sosial yang layak,” tegas Ipda Thomson, Kamis (12/2/2026).
Ipda Thomson menambahkan bahwa Polres Sanggau akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melindungi kelompok rentan agar kasus serupa tidak terulang kembali.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya soal hukum, tetapi juga kemanusiaan. Kami mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan orang yang membutuhkan pertolongan darurat seperti ini,” tutupnya.
Melalui penanganan ini, diharapkan Sufa’at dapat segera pulih dan mendapatkan solusi perlindungan sosial yang lebih berkelanjutan dari instansi terkait di Kabupaten Sanggau.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar