Senin, 4 Mei 2026
Trending Tags
Beranda » Lifestyle » Benarkah Makan Tempe Berlebihan Bikin Pria Mandul? Simak Penjelasan dr. Tirta

Benarkah Makan Tempe Berlebihan Bikin Pria Mandul? Simak Penjelasan dr. Tirta

  • account_circle Keyvin
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KILASSANGGAU.COM – Di balik popularitas tempe dan tahu sebagai sumber protein murah meriah, terselip sebuah kekhawatiran yang berkembang di masyarakat. Banyak yang meyakini bahwa mengonsumsi kedelai secara berlebihan dapat mengganggu kesuburan pria hingga menyebabkan kemandulan.

Isu ini berakar pada kandungan fitoestrogen dalam kedelai yang dianggap mampu mengacaukan hormon maskulin. Lantas, apakah anggapan tersebut sesuai dengan fakta medis, atau sekadar mitos belaka?

Praktisi kesehatan sekaligus edukator medis, dr. Tirta Mandira Hudhi, memberikan klarifikasi mendalam untuk meluruskan kekhawatiran yang beredar di masyarakat tersebut.

Dampak Hormon Estrogen dan Risiko Ginekomastia

Dr. Tirta membenarkan bahwa kedelai memang memiliki kaitan erat dengan hormon tertentu. Namun, ia menggarisbawahi bahwa efek samping hanya terjadi jika konsumsinya dilakukan dalam jumlah yang sangat tidak wajar atau ekstrem.

Menurutnya, dampak utama dari kelebihan kedelai pada pria bukanlah kemandulan secara langsung, melainkan munculnya kondisi medis yang disebut ginekomastia.

“Jadi konsumsi kedelai yang berlebihan itu memang akan memicu sebuah hormon yang akan menyebabkan munculnya hormon estrogen pada pria. Betul,” ujar dr. Tirta dalam unggahan edukasinya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan hormon estrogen ini akan mengubah beberapa karakteristik fisik pria menjadi lebih feminin.

“Gejala utamanya tuh bukan mandul sebenarnya, peningkatan hormon estrogen jadinya kayak ginekomastia. Jadi cowoknya punya payudara, terus suaranya jadi halus gitu ya,” jelasnya.

Berapa Batas Aman Konsumsi Tempe per Hari?

Masyarakat, khususnya kaum pria, diimbau untuk tidak perlu merasa cemas dalam mengonsumsi tempe atau tahu sebagai lauk harian. Dr. Tirta menegaskan bahwa dalam porsi normal, kedelai sangat aman bagi tubuh.

Ia menyebutkan bahwa mengonsumsi sekitar 8 hingga 12 potong tempe masih dalam kategori wajar dan tidak akan memberikan pengaruh drastis pada perubahan hormon pria. Risiko medis seperti ginekomastia baru akan mengintai jika porsi yang dimakan sudah melampaui batas nalar manusia normal.

“Ibaratnya gini, berlebihannya ya kayak 200 tempe per hari, 100… misalkan 15 kilo kedelai per hari. Nah, itu bisa jadi menimbulkan efek estrogen pada pria,” tegas dr. Tirta memberikan perbandingan.

Pentingnya Pola Makan Seimbang

Meskipun penelitian mengenai ambang batas pasti konsumsi kedelai masih terus dikembangkan oleh para ahli, kesimpulan sementaranya tetap sama: keseimbangan adalah kunci. Tempe tetap menjadi salah satu sumber protein nabati terbaik yang kaya akan nutrisi.

Selama tidak dikonsumsi secara membabi buta hingga belasan kilogram dalam sehari, manfaat kesehatan dari tempe jauh lebih besar dibandingkan risiko yang ditakutkan. Mengombinasikan tempe dengan variasi nutrisi lain akan membantu menjaga metabolisme dan keseimbangan hormon tubuh tetap stabil.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuma 3 Jutaan Tapi Spek Dewa? Ini 10 Rekomendasi HP Paling ‘Gila’ di Tahun 2026

    Cuma 3 Jutaan Tapi Spek Dewa? Ini 10 Rekomendasi HP Paling ‘Gila’ di Tahun 2026

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Memasuki tahun 2026, standar perangkat telekomunikasi genggam mengalami lonjakan signifikan. Fitur-fitur mewah yang dulunya hanya tersedia pada kelas flagship, kini mulai merambah ke kelas menengah (mid-range). Melansir kanal YouTube Radar Gadget pada Senin (19/01/2026), terdapat 10 perangkat terbaru yang dinilai sangat layak masuk dalam daftar belanja Anda tahun ini. Berikut adalah rangkuman lengkap […]

  • Ramalan Primbon 2026: 5 Weton ‘Penunggang Kuda Api’ yang Diprediksi Jadi Jutawan Baru

    Ramalan Primbon 2026: 5 Weton ‘Penunggang Kuda Api’ yang Diprediksi Jadi Jutawan Baru

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Tahun 2026 dalam perhitungan penanggalan kuno atau tradisi pini sepuh disebut sebagai Tahun Jaran Geni atau Kuda Api. Periode ini dipandang sebagai masa bangkitnya semangat dan keberanian yang besar. Berdasarkan ramalan primbon, energi tahun ini dapat memberikan pencerahan bagi mereka yang mampu menjaga keseimbangan antara ambisi dan ketenangan hati. Melansir informasi dari kanal […]

  • Membuang Barang, Menemukan Waras: Tantangan 7 Hari Berbenah untuk Hidup Lebih Ringan

    Membuang Barang, Menemukan Waras: Tantangan 7 Hari Berbenah untuk Hidup Lebih Ringan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Banyak ibu rumah tangga atau “Bunda” yang sering merasa lelah luar biasa, mudah kesal, dan emosi yang naik turun tanpa alasan yang jelas. Melansir penjelasan dari kanal YouTube CERITA RUMAH, penyebabnya sering kali bukan karena orang-orang di sekitar, melainkan kondisi rumah yang terlalu penuh. Barang-barang lama, barang rusak, hingga barang yang disimpan atas […]

  • KA Tak Berkutik Saat Polisi Geledah Kamar Kos di Pusat Damai: Temukan Sabu, Ekstasi, hingga Timbangan Digital

    KA Tak Berkutik Saat Polisi Geledah Kamar Kos di Pusat Damai: Temukan Sabu, Ekstasi, hingga Timbangan Digital

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sanggau berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika di wilayah Kecamatan Parindu. Seorang pria berinisial KA (48), warga Jalan Swadaya Pusat Damai, diringkus petugas pada Sabtu dini hari, 21 Februari 2026. Penangkapan berlangsung sekitar pukul 00.15 WIB di tepi Jalan Raya Merdeka Bodok, Dusun Gaang Neriyong, Desa Pusat Damai. […]

  • Resmi Berlaku 2026, Polri Terapkan KUHP dan KUHAP Baru di Seluruh Indonesia

    Resmi Berlaku 2026, Polri Terapkan KUHP dan KUHAP Baru di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) resmi memasuki era baru penegakan hukum nasional seiring diberlakukannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Regulasi tersebut mulai diterapkan secara penuh sejak Jumat, 2 Januari 2026, pukul 00.01 WIB. Penerapan KUHP dan KUHAP baru dilakukan serentak di seluruh jajaran Polri, baik […]

  • Bahayakan Mesin Kendaraan Warga, BPM Kalbar Tuntut Aktor Intelektual Peredaran Oli Palsu Diseret ke Meja Hijau

    Bahayakan Mesin Kendaraan Warga, BPM Kalbar Tuntut Aktor Intelektual Peredaran Oli Palsu Diseret ke Meja Hijau

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat kembali menyuarakan desakan keras terkait penegakan hukum terhadap pelaku peredaran oli palsu di wilayah Kalbar. BPM secara terbuka mengkritik kinerja Polda Kalbar yang dinilai lamban dalam menangani kasus tersebut. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat akan ketidakpastian hukum terhadap mafia oli ilegal. Ketua BPM Kalbar, Gusti Edy, mengungkapkan […]

expand_less