Rabu, 2 Sep 2026
Trending Tags
Beranda » Artikel » 7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan: Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang?

7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan: Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang?

  • account_circle Anisa
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KILASSANGGAU – Upaya menghentikan kabut asap lintas batas di Asia Tenggara sangat bergantung pada efektivitas pencegahan kebakaran di lapangan. Namun, Fire-Free Alliance (FFA) mengidentifikasi adanya tujuh tantangan sistemik yang membuat permasalahan ini sulit dituntaskan secara permanen.

Melansir informasi dari kanal YouTube Discover APRIL pada Kamis (22/01/2026), penanggulangan kebakaran bukan sekadar memadamkan api, melainkan menghadapi kerumitan faktor alam hingga ekonomi. Berikut adalah tujuh tantangan besar yang dihadapi:

1. Karakteristik Unik Lahan Gambut

Indonesia memiliki sekitar 20,6 juta hektar lahan gambut yang memiliki sifat berbeda dari hutan biasa. Kebakaran di area ini terjadi di bawah permukaan tanah dan menghasilkan asap 10 kali lebih banyak. Sifatnya yang tetap bisa membakar meski dalam kondisi basah membuat api gambut sangat sulit dipadamkan dan sering muncul kembali secara tiba-tiba.

2. Tradisi Tebang Bakar di Pedesaan

Metode tebang bakar masih dianggap sebagai tradisi pertanian yang turun-temurun. Minimnya pengetahuan akan alternatif pembukaan lahan tanpa bakar serta risiko api yang tidak terjaga sering kali membuat pembakaran skala kecil lepas kendali menjadi kebakaran besar yang meluas.

3. Faktor Ekonomi dan Kemiskinan

Bagi banyak pihak, api adalah metode pembersihan lahan termurah. Membersihkan lahan dengan api hanya memerlukan biaya sekitar US$5–US$10 per hektar. Angka ini berbanding jauh dengan penggunaan alat berat yang membutuhkan biaya tinggi berkisar US$300–US$400 per hektar.

4. Konflik Lahan dan Tumpang Tindih Peta

Perbedaan versi peta di berbagai jenjang pemerintahan memicu sengketa kepemilikan lahan. Hal ini menyebabkan minimnya insentif bagi pemerintah lokal untuk mengendalikan kebakaran di lahan sengketa. Tragisnya, api sering kali dijadikan alat untuk mengklaim atau membersihkan lahan yang masih dalam status sengketa.

5. Lemahnya Penegakan Hukum

Birokrasi yang berlapis hingga lima tingkat pemerintahan menyebabkan hambatan komunikasi yang serius. Dampaknya adalah penegakan hukum yang lemah serta kerentanan terhadap praktik korupsi dalam pengelolaan sumber daya alam di daerah-daerah terpencil.

6. Pengelolaan Limbah yang Keliru

Kurangnya akses pendidikan di pedesaan membuat masyarakat cenderung menjadikan pembakaran sebagai solusi tunggal untuk membuang sampah, baik organik maupun plastik. Kebiasaan ini menambah risiko munculnya titik api baru yang tidak terpantau oleh otoritas terkait.

7. Tantangan di Area Konservasi

Muncul sebuah paradoks di mana area konservasi yang tidak dikelola secara aktif justru sering menjadi incaran pembalakan liar dan pembakaran. FFA menekankan bahwa perlindungan hutan membutuhkan manajemen aktif di lapangan, bukan sekadar penetapan status area di atas kertas.

Fire-Free Alliance menekankan bahwa isu kabut asap merupakan permasalahan rumit yang membahayakan kesehatan dan lingkungan. Dibutuhkan kerja sama sinergis antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mengatasi akar masalah seperti kemiskinan dan konflik lahan agar langit Asia Tenggara kembali bersih.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Ungkap Dampak MBG: 22 Ribu Dapur Beroperasi, Serap 1 Juta Pekerja

    Prabowo Ungkap Dampak MBG: 22 Ribu Dapur Beroperasi, Serap 1 Juta Pekerja

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak besar, tidak hanya bagi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga penciptaan lapangan kerja. Hingga saat ini, program tersebut telah menyerap sekitar satu juta tenaga kerja. Hal itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention […]

  • Pawai Kerukunan HAB Kemenag ke-80 di Sanggau Berlangsung Tertib dan Aman

    Pawai Kerukunan HAB Kemenag ke-80 di Sanggau Berlangsung Tertib dan Aman

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com — Pawai Kerukunan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 digelar di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu pagi, 24 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan terpadu dari Polres Sanggau dan Polsek Kapuas. Pawai dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau di […]

  • Masuk 11 Polda, Polda Kalbar Kini Punya Direktorat PPA-PPO

    Masuk 11 Polda, Polda Kalbar Kini Punya Direktorat PPA-PPO

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) di 11 Polda dan 22 Polres. Salah satu Polda yang masuk dalam daftar tersebut adalah Polda Kalimantan Barat. Kapolri menyebut, pembentukan Direktorat PPA-PPO ini bertujuan memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan yang menjadi […]

  • Daftar Mobil Bekas Layak Beli di 2026: Panduan Lengkap dan Tips Hindari Penipuan

    Daftar Mobil Bekas Layak Beli di 2026: Panduan Lengkap dan Tips Hindari Penipuan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Pasar mobil bekas di tahun 2026 diprediksi masih didominasi oleh unit-unit yang memiliki reputasi daya tahan tinggi serta kemudahan perawatan. Bagi calon pembeli, memilih kendaraan bukan hanya soal estetika, melainkan juga nilai ekonomis dan ketersediaan suku cadang di masa depan. Melansir informasi dari kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia pada Selasa (20/01/2026), terdapat beberapa […]

  • Viral Penemuan Mayat Perempuan di SMP Torsina, Siswa SMK di Sanggau Diperiksa Polisi

    Viral Penemuan Mayat Perempuan di SMP Torsina, Siswa SMK di Sanggau Diperiksa Polisi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Kepolisian Resor Sanggau bergerak cepat merespons informasi viral di media sosial terkait dugaan penemuan jenazah seorang perempuan di lingkungan SMP Torsina, Kabupaten Sanggau. Kabar tersebut sempat memicu keresahan luas di tengah masyarakat sebelum akhirnya pihak kepolisian memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks. Pengecekan langsung ke lokasi dilakukan oleh Piket Pamapta II […]

  • Entikong Pulih! Banjir Surut Sepenuhnya, Aktivitas Perbatasan Kembali Normal

    Entikong Pulih! Banjir Surut Sepenuhnya, Aktivitas Perbatasan Kembali Normal

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Kabar melegakan datang dari wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Bencana banjir yang sempat mengepung Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, pada Jumat (9/1) lalu, kini dipastikan telah surut sepenuhnya. Berdasarkan hasil monitoring lapangan pada Sabtu (10/1/2026) pagi, seluruh desa terdampak telah terbebas dari genangan air. Aparat gabungan telah memastikan bahwa aktivitas masyarakat di wilayah hilir maupun hulu […]

expand_less