Jumat, 3 Jul 2026
Trending Tags
Beranda » Artikel » 7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan: Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang?

7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan: Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang?

  • account_circle Anisa
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KILASSANGGAU – Upaya menghentikan kabut asap lintas batas di Asia Tenggara sangat bergantung pada efektivitas pencegahan kebakaran di lapangan. Namun, Fire-Free Alliance (FFA) mengidentifikasi adanya tujuh tantangan sistemik yang membuat permasalahan ini sulit dituntaskan secara permanen.

Melansir informasi dari kanal YouTube Discover APRIL pada Kamis (22/01/2026), penanggulangan kebakaran bukan sekadar memadamkan api, melainkan menghadapi kerumitan faktor alam hingga ekonomi. Berikut adalah tujuh tantangan besar yang dihadapi:

1. Karakteristik Unik Lahan Gambut

Indonesia memiliki sekitar 20,6 juta hektar lahan gambut yang memiliki sifat berbeda dari hutan biasa. Kebakaran di area ini terjadi di bawah permukaan tanah dan menghasilkan asap 10 kali lebih banyak. Sifatnya yang tetap bisa membakar meski dalam kondisi basah membuat api gambut sangat sulit dipadamkan dan sering muncul kembali secara tiba-tiba.

2. Tradisi Tebang Bakar di Pedesaan

Metode tebang bakar masih dianggap sebagai tradisi pertanian yang turun-temurun. Minimnya pengetahuan akan alternatif pembukaan lahan tanpa bakar serta risiko api yang tidak terjaga sering kali membuat pembakaran skala kecil lepas kendali menjadi kebakaran besar yang meluas.

3. Faktor Ekonomi dan Kemiskinan

Bagi banyak pihak, api adalah metode pembersihan lahan termurah. Membersihkan lahan dengan api hanya memerlukan biaya sekitar US$5–US$10 per hektar. Angka ini berbanding jauh dengan penggunaan alat berat yang membutuhkan biaya tinggi berkisar US$300–US$400 per hektar.

4. Konflik Lahan dan Tumpang Tindih Peta

Perbedaan versi peta di berbagai jenjang pemerintahan memicu sengketa kepemilikan lahan. Hal ini menyebabkan minimnya insentif bagi pemerintah lokal untuk mengendalikan kebakaran di lahan sengketa. Tragisnya, api sering kali dijadikan alat untuk mengklaim atau membersihkan lahan yang masih dalam status sengketa.

5. Lemahnya Penegakan Hukum

Birokrasi yang berlapis hingga lima tingkat pemerintahan menyebabkan hambatan komunikasi yang serius. Dampaknya adalah penegakan hukum yang lemah serta kerentanan terhadap praktik korupsi dalam pengelolaan sumber daya alam di daerah-daerah terpencil.

6. Pengelolaan Limbah yang Keliru

Kurangnya akses pendidikan di pedesaan membuat masyarakat cenderung menjadikan pembakaran sebagai solusi tunggal untuk membuang sampah, baik organik maupun plastik. Kebiasaan ini menambah risiko munculnya titik api baru yang tidak terpantau oleh otoritas terkait.

7. Tantangan di Area Konservasi

Muncul sebuah paradoks di mana area konservasi yang tidak dikelola secara aktif justru sering menjadi incaran pembalakan liar dan pembakaran. FFA menekankan bahwa perlindungan hutan membutuhkan manajemen aktif di lapangan, bukan sekadar penetapan status area di atas kertas.

Fire-Free Alliance menekankan bahwa isu kabut asap merupakan permasalahan rumit yang membahayakan kesehatan dan lingkungan. Dibutuhkan kerja sama sinergis antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mengatasi akar masalah seperti kemiskinan dan konflik lahan agar langit Asia Tenggara kembali bersih.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bering Roda Pecah Picu Percikan Api, Mobil Mitsubishi Kuda Ludes Terbakar di Jalan Santo Entikong

    Bering Roda Pecah Picu Percikan Api, Mobil Mitsubishi Kuda Ludes Terbakar di Jalan Santo Entikong

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Kebakaran melanda satu unit mobil jenis Mitsubishi Kuda VA1W PL bernomor polisi KB 1029 QG di Jalan Santo, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, pada Jumat pagi, 20 Februari 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB ini menimpa kendaraan milik Jhonisak Sepri Monang Sinaga (28), warga Dusun Merau, Desa Entikong. Beruntung, pemilik kendaraan berhasil […]

  • Bidik Juara Nasional Adinata Syariah 2026, Gubernur Norsan Pacu Inovasi Perbankan Syariah Kalbar

    Bidik Juara Nasional Adinata Syariah 2026, Gubernur Norsan Pacu Inovasi Perbankan Syariah Kalbar

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat langkah strategis untuk menjadi pusat ekonomi syariah di tingkat nasional. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan bahwa kemajuan ekonomi syariah Kalbar sangat bergantung pada inovasi layanan dan perubahan mentalitas para pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar modern. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Coffee Morning yang diselenggarakan oleh […]

  • Wakapolri Tegas: Korban TPPO yang Dipaksa Melanggar Hukum Tak Boleh Dipidana

    Wakapolri Tegas: Korban TPPO yang Dipaksa Melanggar Hukum Tak Boleh Dipidana

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com — Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melakukan pelanggaran hukum karena paksaan dari pelaku tidak seharusnya dipidana. Penegasan itu disampaikan Dedi dalam acara Bedah Buku Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026). Menurut Dedi, penanganan TPPO harus mengedepankan prinsip non penalization, […]

  • Ramalan Primbon 2026: 5 Weton ‘Penunggang Kuda Api’ yang Diprediksi Jadi Jutawan Baru

    Ramalan Primbon 2026: 5 Weton ‘Penunggang Kuda Api’ yang Diprediksi Jadi Jutawan Baru

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Tahun 2026 dalam perhitungan penanggalan kuno atau tradisi pini sepuh disebut sebagai Tahun Jaran Geni atau Kuda Api. Periode ini dipandang sebagai masa bangkitnya semangat dan keberanian yang besar. Berdasarkan ramalan primbon, energi tahun ini dapat memberikan pencerahan bagi mereka yang mampu menjaga keseimbangan antara ambisi dan ketenangan hati. Melansir informasi dari kanal […]

  • Polri Kerahkan 86 Alat Berat Percepat Pemulihan Bencana di Sumatra, Akses Jalan hingga Permukiman Dibersihkan

    Polri Kerahkan 86 Alat Berat Percepat Pemulihan Bencana di Sumatra, Akses Jalan hingga Permukiman Dibersihkan

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengintensifkan langkah pemulihan wilayah terdampak bencana alam di Pulau Sumatra. Hingga saat ini, sebanyak 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck telah dikerahkan guna mempercepat pembersihan material banjir dan longsor di sejumlah provinsi. Pengerahan alat berat tersebut difokuskan di tiga wilayah utama, yakni Aceh, Sumatra […]

  • Prabowo Ungkap Dampak MBG: 22 Ribu Dapur Beroperasi, Serap 1 Juta Pekerja

    Prabowo Ungkap Dampak MBG: 22 Ribu Dapur Beroperasi, Serap 1 Juta Pekerja

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak besar, tidak hanya bagi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga penciptaan lapangan kerja. Hingga saat ini, program tersebut telah menyerap sekitar satu juta tenaga kerja. Hal itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention […]

expand_less