Omzet Belasan Juta Perhari! Rahasia Sukses OG Durian Kembangkan Durian Premium Musang King dan Ochee
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Fitri, Koordinator kebun OG Durian Malang, memunjukkan buah durian premium yang siap panen. | Omzet Belasan Juta Perhari! Rahasia Sukses OG Durian Kembangkan Durian Premium Musang King dan Ochee. (Foto: Tangkapan Layar Youtube)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com – Membudidayakan durian bukan sekadar menanam bibit dan menunggu pohon besar. Hal inilah yang dibuktikan oleh OG Durian, sebuah kebun durian premium yang berlokasi di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Sempat gagal berbuah selama tujuh tahun, kini kebun tersebut sukses mendulang omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan.
Fitri, Koordinator Kebun OG Durian, menceritakan bahwa tantangan terbesar mereka di masa lalu adalah kurangnya perawatan intensif. “Tahun pertama sampai tahun ketujuh itu tidak berbuah karena hanya ditanam saja. Di tahun kedelapan, perawatan mulai kami intensifkan, dan alhamdulillah sekarang sudah produktif,” ungkap Fitri dalam edukasi di kanal YouTube CapCapung, 28 Februari 2025.
Fokus Pasar Premium dan Jaminan “Ganti Sampai Puas”
Di atas lahan seluas 2 hektar, OG Durian mengelola sekitar 210 pohon dengan tingkat produktivitas mencapai 80%. Yang membedakan tempat ini dengan kebun lainnya adalah fokus pada varietas durian kelas atas seperti Musang King, Ochee (Duri Hitam), Bawor, Montong, dan Pelangi.
Tak tanggung-tanggung, OG Durian menerapkan strategi pemasaran yang sangat berani melalui tagline: “Dijamin puas, kalau tidak puas diganti sampai puas; dijamin manis, kalau tidak manis diganti sampai manis.”
“Jika customer membawa pulang durian dan ternyata kurang manis atau kualitasnya tidak sesuai, bisa dikembalikan. Kami ganti sampai pelanggan benar-benar puas,” tegas Fitri.
Strategi “Inden” dan Omzet Belasan Juta Per Hari
Kualitas yang terjaga membuat durian di sini menjadi rebutan. Bahkan, banyak buah yang masih menggantung di pohon sudah dipesan (inden) oleh pelanggan, terutama varietas Musang King dan Ochee.
Dari segi harga, Ochee atau Duri Hitam menempati kasta tertinggi karena stoknya yang sangat terbatas. Disusul oleh Musang King, Bawor, dan Montong. Dengan sistem penjualan yang cepat baik secara online maupun offline, OG Durian mampu mencatatkan pemasukan harian yang fantastis.
“Secara penjualan, per hari minimal bisa mencapai belasan juta rupiah. Untuk omzet bulanan, alhamdulillah bisa mencapai ratusan juta,” tambahnya.
Rahasia Perawatan: Sistem Busut dan Penjadwalan Intens
Keberhasilan panen durian dengan bobot rata-rata 3 hingga 4 kilogram per buah ini tidak lepas dari teknik perawatan yang disiplin. Fitri membagikan beberapa tips kunci bagi masyarakat yang ingin mencoba berkebun durian:
1. Sistem Busut: Menanam dengan gundukan tanah agar air tidak menggenang di akar (mencegah jamur).
2. Pemupukan Rutin: Satu bulan sekali dilakukan pemupukan pertumbuhan dan pembuahan secara terjadwal.
3. Penyemprotan (Spray): Dilakukan dua minggu sekali untuk membasmi serangga dan menyuburkan daun.
4. Teknik Tali: Buah di pohon harus ditali untuk meminimalisir kerusakan akibat jatuh ke tanah.
5. Cek pH Tanah: Pastikan pH tanah netral untuk mendukung kesuburan maksimal.
Untuk menjaga kualitas rasa, OG Durian menerapkan prinsip “matang pohon”. Khusus varietas Bawor, panen dilakukan saat petik tua untuk menjaga tekstur daging buah agar tidak cepat menurun kualitasnya.
Kini, OG Durian tidak hanya menjadi sentra produksi buah, tetapi juga inspirasi bagi para petani durian di Indonesia bahwa dengan perawatan yang tepat dan pemilihan bibit berkualitas, emas hijau dari pohon durian bisa menjadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Youtube

Saat ini belum ada komentar