Senin, 4 Mei 2026
Trending Tags
Beranda » Artikel » Mengapa Puasa Malah Bikin Sakit? Hindari 7 Makanan Pemicu Tubuh Tumbang

Mengapa Puasa Malah Bikin Sakit? Hindari 7 Makanan Pemicu Tubuh Tumbang

  • account_circle Anisa
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KILASSANGGAU – Mengalami keluhan seperti sakit kepala, perut mual, hingga jantung berdebar saat menjalankan ibadah puasa merupakan hal yang sering dirasakan banyak orang. Namun, menurut pakar nutrisi Rosihan Hidayah, masalah tersebut umumnya bukan terletak pada aktivitas puasanya, melainkan pada jenis asupan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka.

Kondisi tubuh yang kosong selama belasan jam membuat metabolisme bekerja secara berbeda dan menjadi jauh lebih sensitif terhadap zat tertentu. Salah memilih menu dapat berakibat fatal pada kebugaran tubuh sepanjang hari.

7 Makanan “Biang Kerok” Tubuh Drop di Bulan Ramadan

Berdasarkan penjelasan Rosihan Hidayah, berikut adalah tujuh jenis makanan yang sebaiknya dihindari agar kondisi fisik tetap prima:

1. Makanan Terlalu Asin: Olahan seperti ikan asin atau telur asin memiliki kadar natrium tinggi yang memaksa tubuh menyerap air secara berlebihan. Dampaknya, Anda akan merasa haus luar biasa dan berisiko mengalami kenaikan tekanan darah.

2. Makanan Terlalu Manis: Konsumsi sirup atau kolak yang sangat pekat memicu lonjakan gula darah mendadak (sugar spike). Hal ini menyebabkan rasa kantuk berat setelah berbuka dan badan terasa sangat lemas pada siang hari berikutnya.

3. Gorengan dan Makanan Berminyak: Lemak jenuh dari minyak dapat menempel di dinding lambung yang kosong, memicu kenaikan asam lambung, perut begah, hingga kembung.

4. Makanan Pedas dan Santan Pekat: Perpaduan cabai yang mengiritasi lambung dan lemak santan yang sulit dicerna sering kali memicu diare serta nyeri ulu hati sesaat setelah berbuka.

5. Nasi Putih Berlebihan: Makan nasi dalam porsi besar saat sahur tidak menjamin ketahanan tubuh. Sebaliknya, asupan karbohidrat sederhana yang berlebih membuat tubuh cepat lapar, haus, dan gula darah tidak stabil.

6. Kopi dan Teh Pekat: Minuman ini bersifat diuretik yang menguras cairan tubuh. Ini adalah penyebab utama tenggorokan kering serta sensasi badan gemetar atau jantung berdebar, terutama bagi kelompok lansia.

7. Makanan Instan: Produk seperti mi instan rendah nutrisi namun tinggi pengawet. Meski memberikan rasa kenyang sesaat, tubuh tetap kekurangan energi berkualitas untuk beraktivitas.

Solusi Asupan yang Lebih Sehat dan Ramah Pencernaan

Sebagai alternatif, Rosihan Hidayah menyarankan beberapa pilihan menu yang dapat membantu menjaga stabilitas metabolisme tubuh selama Ramadan:

• Air Putih Hangat: Sangat disarankan untuk menenangkan lambung di awal waktu berbuka.

• Kurma dan Buah Segar: Memberikan energi alami dan hidrasi yang baik, seperti semangka, pepaya, atau pir.

• Protein Ringan: Mengonsumsi ikan kukus, telur rebus, tahu, atau tempe yang diolah dengan sedikit minyak.

• Karbohidrat Kompleks: Memilih nasi merah, kentang rebus, atau ubi kukus untuk memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

Dengan memperhatikan pola makan dan menghindari ketujuh jenis makanan di atas, tubuh akan terasa lebih ringan, kualitas tidur terjaga, dan ibadah puasa dapat dijalankan secara maksimal tanpa kendala kesehatan yang berarti.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manajemen Waktu: Cara Mengelola 168 Jam Seminggu agar Produktif dan Tetap Happy

    Manajemen Waktu: Cara Mengelola 168 Jam Seminggu agar Produktif dan Tetap Happy

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Banyak dari kita bekerja mati-matian hingga kurang tidur, namun tetap merasa tumpukan pekerjaan tidak pernah selesai. Masalah utamanya sering kali bukan terletak pada banyaknya tugas, melainkan pada bagaimana kita mengelola waktu yang tersedia. Melansir panduan dari kanal edukasi Satu Persen, satu hal penting yang harus diingat adalah: Jangan terlalu percaya pada otak Anda. […]

  • Bukan Kurang Bakat, Ini Penyebab Belajar Berjam-jam Tapi Cepat Lupa

    Bukan Kurang Bakat, Ini Penyebab Belajar Berjam-jam Tapi Cepat Lupa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Banyak orang merasa telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar, namun sering kali merasa pikiran kosong atau “blank” saat menghadapi ujian. Fenomena ini sering memicu rasa frustrasi dan rendah diri. Namun, masalah utamanya ternyata bukan terletak pada kapasitas otak, melainkan pada metode belajar yang kurang tepat. Melansir kanal edukasi Misi Tuntas, metode belajar pasif […]

  • Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra Pengisian Daya 60W dan Desain Kamera Baru

    Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra Pengisian Daya 60W dan Desain Kamera Baru

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Gilang
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Persaingan ponsel pintar kelas atas di tahun 2026 dipastikan akan semakin memanas. Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, dikabarkan tengah menyiapkan suksesor tangguh, Galaxy S26 Ultra, yang membawa perombakan besar mulai dari sektor daya hingga fitur keamanan futuristik. Berdasarkan bocoran dari insider Ice Universe melalui kanal YouTube TT Technology, berikut adalah deretan peningkatan […]

  • Makna Tarhib Ramadan: 3 Persiapan Penting untuk Melapangkan Hati Menurut Ustaz Adi Hidayat

    Makna Tarhib Ramadan: 3 Persiapan Penting untuk Melapangkan Hati Menurut Ustaz Adi Hidayat

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Menjelang datangnya bulan suci, banyak masyarakat Muslim mengikuti acara bertajuk “Tarhib Ramadan”. Namun, istilah tersebut sering kali dipahami hanya sebatas seremoni tanpa mendalami makna esensial di baliknya. Melansir ceramah dari kanal YouTube Ceritaku Ceritamu, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Tarhib bukan sekadar penyambutan biasa, melainkan sebuah proses pengondisian jiwa. Secara etimologi, Ustaz Adi […]

  • Panduan Amalan Malam Isra Mikraj 2026: Momentum Menjemput Keberkahan Spiritual

    Panduan Amalan Malam Isra Mikraj 2026: Momentum Menjemput Keberkahan Spiritual

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Peristiwa Isra Mikraj tetap menjadi salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah kenabian Rasulullah Muhammad saw. Perjalanan spiritual dari Masjidilaqsa menuju Sidratulmuntaha ini merupakan momen krusial saat beliau menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Berdasarkan kalender Hijriah, peringatan Isra Mikraj 27 Rajab 1447 H jatuh pada hari Jumat, 16 Januari […]

  • Tatung dan Tarawih Berjalan Beriringan, AKP PSC Kusuma Wibawa: Simbol Moderasi Beragama di Sanggau

    Tatung dan Tarawih Berjalan Beriringan, AKP PSC Kusuma Wibawa: Simbol Moderasi Beragama di Sanggau

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Menjelang perayaan Cap Go Meh Tahun 2026, jajaran Forkopimda dan unsur lintas sektoral di Kabupaten Sanggau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) guna memastikan kesiapan pengamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Rapat yang dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026 di Aula Graha Wira Pratama Polres Sanggau ini menjadi sangat krusial karena pelaksanaan Cap Go Meh […]

expand_less