Jumat, 6 Mar 2026
Trending Tags
Beranda » Bumi Daranante » Sungai Tayan Tercemar Akibat PETI, Iptu Henriyanto Pimpin Tim Gabungan Sisir Lokasi Tambang di Desa Berakak

Sungai Tayan Tercemar Akibat PETI, Iptu Henriyanto Pimpin Tim Gabungan Sisir Lokasi Tambang di Desa Berakak

  • account_circle Hms/Tim
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KilasSanggau.Com — Aparat gabungan dari Polsek Tayan Hulu bersama unsur Kecamatan, TNI, dan perangkat desa melaksanakan penertiban serta pemberian imbauan larangan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Berakak, Kecamatan Tayan Hulu, Kamis (12/2/2026).

Langkah tegas ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat yang terdampak pencemaran air di sepanjang aliran Sungai Tayan. Air sungai yang menjadi sumber kehidupan warga dilaporkan keruh dan tidak layak pakai akibat aktivitas tambang di bagian perhuluan.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Tayan Hulu, Iptu Henriyanto Pintor Hutajulu, dengan menyisir titik koordinat di RT Uk Langsat, Dusun Tabot Galong. Saat tim tiba di lokasi, aktivitas penambangan diketahui sedang berhenti sementara karena para pekerja tengah beristirahat.

Meski demikian, petugas tetap melakukan langkah persuasif dengan memberikan edukasi kepada para pekerja. Aparat meminta seluruh peralatan kerja segera dikemas dan lokasi dikosongkan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.

“Kami hadir untuk merespons aspirasi masyarakat pengguna air Sungai Tayan. Aktivitas PETI di perhuluan berdampak langsung terhadap kualitas air yang digunakan warga sehari-hari untuk mandi dan mencuci,” tegas Iptu Henriyanto Pintor Hutajulu, Minggu (15/2/2026).

Kapolsek menambahkan bahwa tindakan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi di Kantor Camat Tayan Hulu pada akhir Januari lalu. Ia menekankan bahwa meskipun saat ini mengedepankan pendekatan humanis, pihaknya tidak akan segan memproses hukum jika imbauan tersebut diabaikan.

“Kami mengutamakan kesadaran hukum. Namun, jika masih ditemukan aktivitas ilegal, tentu akan kami proses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” lanjutnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Trantib Kecamatan Tayan Hulu Kutipa, perwakilan Koramil Serka Herkulanus Dedi, serta para kepala wilayah dan ketua RT setempat. Kehadiran tokoh masyarakat ini menunjukkan dukungan penuh warga terhadap normalisasi fungsi sungai.

Iptu Henriyanto menegaskan bahwa persoalan PETI bukan sekadar masalah hukum, melainkan soal keberlanjutan lingkungan hidup. Sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan menjadi kunci untuk memastikan Sungai Tayan kembali bersih.

Penertiban berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Polsek Tayan Hulu memastikan akan terus melakukan pemantauan dan patroli rutin di wilayah-wilayah rawan sebagai komitmen menjaga kelestarian alam di Kabupaten Sanggau.

  • Penulis: Hms/Tim
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Kurang Bakat, Ini Penyebab Belajar Berjam-jam Tapi Cepat Lupa

    Bukan Kurang Bakat, Ini Penyebab Belajar Berjam-jam Tapi Cepat Lupa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Banyak orang merasa telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar, namun sering kali merasa pikiran kosong atau “blank” saat menghadapi ujian. Fenomena ini sering memicu rasa frustrasi dan rendah diri. Namun, masalah utamanya ternyata bukan terletak pada kapasitas otak, melainkan pada metode belajar yang kurang tepat. Melansir kanal edukasi Misi Tuntas, metode belajar pasif […]

  • Waspada! 12 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Ginjal Secara Perlahan

    Waspada! 12 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Ginjal Secara Perlahan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Ginjal adalah organ vital yang bekerja tanpa henti setiap hari untuk menyaring darah, membuang sisa metabolisme (racun), serta menjaga keseimbangan cairan tubuh. Namun, organ ini sangat rentan mengalami penurunan fungsi jika terus-menerus terpapar oleh kebiasaan buruk. Melansir penjelasan dari kanal kesehatan Ini Kata Dokter, kerusakan ginjal sering kali bersifat “diam” atau terjadi secara […]

  • Mirip Konsep CFD, Samer Weekend Hadirkan Ruang Publik Inklusif untuk Ekonomi Kreatif Sanggau

    Mirip Konsep CFD, Samer Weekend Hadirkan Ruang Publik Inklusif untuk Ekonomi Kreatif Sanggau

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Kom/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Pemerintah Kabupaten Sanggau secara resmi meluncurkan Samer Weekend, sebuah ruang publik baru yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas akhir pekan bagi masyarakat. Kegiatan yang digelar di kawasan strategis Sabang Merah ini dibuka langsung oleh Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, didampingi Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Samer Weekend mengusung konsep yang […]

  • Belajar Cepat ala Ibnu Sina: Rahasia Ilmuwan Abad ke-10 yang Relevan di Era Modern

    Belajar Cepat ala Ibnu Sina: Rahasia Ilmuwan Abad ke-10 yang Relevan di Era Modern

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Pernahkah Anda merasa kesulitan menyerap informasi atau cepat melupakan materi yang baru saja dipelajari? Fenomena ini sering menjadi kendala utama dalam menuntut ilmu. Padahal, pada abad ke-10, seorang tokoh besar bernama Ibnu Sina telah mempraktikkan metode belajar yang membuatnya menjadi dokter ahli di usia yang sangat muda, yakni 16 tahun. Melansir kanal edukasi […]

  • Puasa Tanpa Lemas: 9 Makanan Murah dan Sederhana agar Tubuh Tetap Segar

    Puasa Tanpa Lemas: 9 Makanan Murah dan Sederhana agar Tubuh Tetap Segar

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Keluhan seperti kepala pusing, tenggorokan kering, hingga badan lemas sering kali muncul hanya beberapa jam setelah waktu sahur berakhir. Kondisi ini sering dianggap sebagai hal yang wajar, namun ternyata faktor utama penyebabnya adalah pola makan yang kurang tepat. Menurut pakar kesehatan Rosihan Hidayah, masalah badan lemas saat berpuasa bukan disebabkan karena kondisi tubuh […]

  • 7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan: Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang?

    7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan: Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang?

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Upaya menghentikan kabut asap lintas batas di Asia Tenggara sangat bergantung pada efektivitas pencegahan kebakaran di lapangan. Namun, Fire-Free Alliance (FFA) mengidentifikasi adanya tujuh tantangan sistemik yang membuat permasalahan ini sulit dituntaskan secara permanen. Melansir informasi dari kanal YouTube Discover APRIL pada Kamis (22/01/2026), penanggulangan kebakaran bukan sekadar memadamkan api, melainkan menghadapi kerumitan […]

expand_less