Fokus Voli Asia Tertuju ke Pontianak! Usai Proliga, GOR Ayani Resmi Jadi Tempat Berlaga AVC Championship 2026
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- print Cetak

Pembukaan pertandingan seri I proliga putri di GOR terpadu Ayani Pontainak, Kamis (8/1/2025). | Fokus Voli Asia Tertuju ke Pontianak! Usai Proliga, GOR Ayani Resmi Jadi Tempat Berlaga AVC Championship 2026. (Foto: Adpim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com – Kalimantan Barat resmi menancapkan taringnya di peta olahraga internasional. Sukses membuka gelaran Proliga 2026, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengonfirmasi bahwa Kota Pontianak telah terpilih menjadi tuan rumah kejuaraan voli bergengsi tingkat Asia, AVC Championship 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
Kepastian ini disampaikan Gubernur usai membuka secara resmi Proliga 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Kamis (8/1/2026). Penunjukan ini menjadi sejarah baru bagi Bumi Khatulistiwa sebagai destinasi utama olahraga voli di luar Pulau Jawa.
Turnamen AVC Championship 2026 akan mempertemukan delapan klub voli putra terbaik yang mewakili lima zona di Asia. Sebagai salah satu wakil tuan rumah, klub Bhayangkara Presisi dipastikan akan berlaga melawan tim-tim raksasa dari berbagai negara Asia lainnya.
“Insya Allah bulan Mei nanti akan ada kegiatan voli internasional, yaitu AVC Championship. Akan hadir perwakilan dari berbagai negara Asia, dan Kalimantan Barat siap menjadi tuan rumah,” tegas Gubernur Ria Norsan.
Penunjukan Pontianak bukan tanpa alasan kuat. Ketua Umum PBVSI, Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo, memberikan pujian tinggi terhadap infrastruktur olahraga di Kalbar. GOR Terpadu Ahmad Yani dinilai sebagai salah satu fasilitas terbaik di Indonesia yang sudah memenuhi standar regulasi internasional.
“Saat ini, di luar Pulau Jawa, fasilitas olahraga yang representatif untuk event internasional hanya ada di Pontianak dan Medan,” ungkap Imam Sudjarwo.
Tak hanya soal prestasi, Gubernur Ria Norsan menekankan bahwa setiap ajang olahraga besar di Kalbar harus berdampak pada ekonomi kerakyatan. Mengadopsi sistem di Proliga, penonton yang membeli tiket secara tidak langsung ikut menyokong pelaku usaha lokal.
“Sistem tiket dibuat berbeda. Penonton membayar Rp50.000 dan dana tersebut dikembalikan dalam bentuk voucher belanja di tenant UMKM di area GOR. Jadi, menonton voli sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” jelas Gubernur.
Gubernur berharap kehadiran bintang-bintang voli Asia di Pontianak dapat menjadi katalisator bagi bibit muda atlet daerah. Terlebih, saat ini KONI Kalbar dipimpin oleh sosok legendaris tinju dunia, Daud Yordan.
Sinergi antara fasilitas kelas dunia, manajemen organisasi yang kuat, dan dukungan masyarakat yang antusias diharapkan mampu membawa nama baik Kalimantan Barat di kancah internasional sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Adpim

Saat ini belum ada komentar