Kabar Baik! Banjir Sanggau Mulai Surut, Entikong dan Noyan Normal Kembali Meski Beduai Masih Tergenang
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- print Cetak

Kabar Baik! Banjir Sanggau Mulai Surut, Entikong dan Noyan Normal Kembali Meski Beduai Masih Tergenang. (Foto: Humas)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com – Kondisi cuaca di Kabupaten Sanggau menunjukkan tren positif. Setelah diguyur hujan ekstrem pada 8–9 Januari lalu, hasil monitoring terbaru pada Sabtu (10/1/2026) menunjukkan banjir Sanggau mulai surut di beberapa titik lokasi terdampak. Warga yang sebelumnya mengungsi kini dilaporkan mulai kembali ke kediaman masing-masing.
Monitoring terpadu yang dilakukan jajaran Polres Sanggau bersama TNI dan BPBD memastikan bahwa meski situasi mulai terkendali, kesiapsiagaan personel di lapangan tetap dipertahankan guna mengantisipasi cuaca yang masih fluktuatif.
Wilayah hulu yang sebelumnya terdampak parah, yakni Kecamatan Entikong, kini telah pulih. Desa Suruh Tembawang, Pala Pasang, dan Desa Entikong dilaporkan sudah bebas dari genangan air. Hal serupa terjadi di Kecamatan Noyan, di mana banjir di Dusun Noyan dan Entubu telah surut sepenuhnya.
“Aktivitas masyarakat di Entikong dan Noyan mulai berjalan normal kembali. Warga sudah membersihkan rumah dan situasi dinyatakan aman,” ungkap laporan monitoring Polres Sanggau.
Berbeda dengan wilayah hulu, Kecamatan Beduai masih berjuang dengan genangan air yang cukup tinggi. Di Dusun Beduwai, air masih setinggi 70 sentimeter dan merendam sekitar 60 rumah warga.
Dampak banjir di Beduai juga melumpuhkan mobilitas kendaraan tertentu:
• Jalan Raya Malindo (Dusun Beduwai): Terendam air setinggi 50 cm. Kendaraan roda 4 dan roda 6 masih bisa melintas, namun kendaraan roda 2 (motor) belum bisa lewat.
• Desa Kasromego: Ketinggian air masih bertahan di angka 50–60 sentimeter.
Di Kecamatan Sekayam, debit air di Jalan Lintas Malindo Dusun Paus yang sempat mencapai 0,5 meter kini mulai turun. Kawasan Balai Karangan I dan II yang sebelumnya terendam lebih dari satu meter juga melaporkan penyusutan air secara bertahap.
Namun, aparat memberikan perhatian khusus pada Jembatan Gantung Desa Pengadang yang mengalami kerusakan akibat terjangan arus. Warga diminta tidak melintasi jembatan tersebut demi keselamatan.
Kapolres Sanggau, AKBP Sudarsono, menegaskan bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Walaupun tren air menurun, potensi banjir susulan tetap ada jika hujan kembali mengguyur wilayah hulu Sungai Sekayam.
“Kami terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan BPBD serta TNI. Kami imbau masyarakat, khususnya di sepanjang bantaran Sungai Sekayam, untuk tetap waspada dan segera melapor jika debit air naik mendadak,” tegas AKBP Sudarsono.
Polres Sanggau juga menyiagakan tenaga kesehatan dan relawan untuk membantu warga yang mulai membersihkan sisa lumpur pasca-banjir guna mencegah timbulnya penyakit lingkungan.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Humas Polres

Saat ini belum ada komentar