Senin, 4 Mei 2026
Trending Tags
Beranda » Artikel » Mengelola Cemas di Era Ketidakpastian: 3 Kunci Ketenangan Hidup lewat Filosofi Teras

Mengelola Cemas di Era Ketidakpastian: 3 Kunci Ketenangan Hidup lewat Filosofi Teras

  • account_circle Anisa
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KILASSANGGAU – Di tengah gempuran arus informasi media sosial dan ketidakpastian global, kesehatan mental kini menjadi isu yang sangat krusial. Tekanan dari standar usia hingga dinamika kondisi sosial sering kali memicu kecemasan yang berlebihan.

Menanggapi fenomena tersebut, konten kreator Akbar Abi membedah buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring sebagai solusi praktis untuk menjaga stabilitas emosional. Menurut Akbar Abi, kebahagiaan bukanlah sekadar perasaan yang datang tiba-tiba, melainkan sebuah keterampilan (skill) yang harus dilatih secara sadar melalui ajaran Stoikisme.

Berikut adalah tiga poin utama dari Filosofi Teras untuk meraih ketenangan hidup:

1. Memahami Dikotomi dan Trikotomi Kendali

Kunci utama dari ketenangan adalah memahami perbedaan antara hal yang bisa dikendalikan dan yang tidak.

• Hal yang dapat dikendalikan: Opini pribadi, persepsi, keinginan, dan tindakan sendiri.

• Hal di luar kendali: Tindakan orang lain, opini publik, cuaca, hingga kondisi kelahiran.

Selain itu, terdapat konsep Trikotomi Kendali yang dikembangkan oleh William Irvine. Konsep ini menitikberatkan pada hal-hal yang sebagian berada dalam kendali kita, seperti hasil pekerjaan atau kesehatan. “Kita belajar untuk bertanggung jawab penuh pada upaya yang bisa dilakukan tanpa menggantungkan ketenangan hidup pada hasil,” ungkap Akbar Abi.

2. Mengendalikan Emosi dengan Teknik STAR

Filosofi Stoa mengajarkan bahwa emosi negatif muncul bukan karena peristiwa itu sendiri, melainkan karena penilaian (judgment) manusia terhadap peristiwa tersebut. Sebagai contoh, terjebak kemacetan adalah peristiwa netral, namun reaksi marah muncul dari persepsi bahwa macet adalah sebuah kesialan.

Untuk melatih kendali emosi, Akbar Abi memperkenalkan teknik STAR:

• Stop (Berhenti): Jangan langsung bereaksi saat emosi negatif muncul.

• Think & Assess (Pikirkan & Nilai): Nilai apakah hal tersebut berada dalam kendali atau tidak.

• Respond (Tanggapi): Berikan respon yang bijak setelah pikiran menjadi lebih tenang.

3. Amorfati: Mencintai Nasib yang Terjadi

Konsep Amorfati mengajak seseorang untuk tidak hanya menerima, tetapi juga mencintai takdir yang sudah terjadi. Berandai-andai tentang masa lalu dianggap hanya akan mengikis kebahagiaan karena waktu yang telah lewat tidak dapat diubah kembali.

“Masa lalu itu sudah mati semati-matinya. Mau kita terus mengingatnya, terus berandai-andai, enggak akan ada yang bisa diperbaiki,” tegas Akbar Abi. Dengan menerapkan Amorfati, seseorang diharapkan fokus mengambil pelajaran berharga dari setiap kejadian daripada terus mempertanyakan kemalangan yang menimpa.

Menerapkan filosofi kuno di zaman modern bukan berarti bersikap pasrah. Sebaliknya, ini adalah upaya melatih ketahanan mental agar tidak mudah terpengaruh oleh gangguan luar yang sepele. Dengan fokus pada upaya mandiri, hidup akan terasa lebih bijak dan minim tekanan emosional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gula Kelapa Kalbar Senilai Rp83 Juta Berhasil Tembus Pasar Ekspor via Entikong

    Gula Kelapa Kalbar Senilai Rp83 Juta Berhasil Tembus Pasar Ekspor via Entikong

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Mengawali tahun 2026 dengan langkah pasti, geliat ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia menunjukkan tren positif. Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Entikong sukses memfasilitasi ekspor gula kelapa perdana sebanyak 8 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp83.790.000 pada minggu pertama Januari ini. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk lokal dari Kalimantan […]

  • Ambisi IPM Kalbar 2030: Gubernur Ria Norsan Targetkan Posisi Runner-Up di Kalimantan

    Ambisi IPM Kalbar 2030: Gubernur Ria Norsan Targetkan Posisi Runner-Up di Kalimantan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengawali tahun 2026 dengan target besar untuk mengubah peta kualitas sumber daya manusia di Pulau Borneo. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah mendongkrak target IPM Kalbar agar tidak lagi berada di posisi terbawah dibandingkan provinsi lain di Kalimantan pada akhir masa jabatannya […]

  • Panduan Amalan Malam Isra Mikraj 2026: Momentum Menjemput Keberkahan Spiritual

    Panduan Amalan Malam Isra Mikraj 2026: Momentum Menjemput Keberkahan Spiritual

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Peristiwa Isra Mikraj tetap menjadi salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah kenabian Rasulullah Muhammad saw. Perjalanan spiritual dari Masjidilaqsa menuju Sidratulmuntaha ini merupakan momen krusial saat beliau menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Berdasarkan kalender Hijriah, peringatan Isra Mikraj 27 Rajab 1447 H jatuh pada hari Jumat, 16 Januari […]

  • Tips Menanam Bibit Cabai Agar Tumbuh Sehat dan Lebih Tahan Hama

    Tips Menanam Bibit Cabai Agar Tumbuh Sehat dan Lebih Tahan Hama

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Keyvin
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Keberhasilan dalam budidaya cabai sangat ditentukan oleh kualitas bibit pada awal masa tanam. Bagi para petani maupun penghobi kebun rumahan, terdapat satu teknik krusial yang perlu dilakukan sebelum memindahkan bibit ke media tanam utama. Langkah ini bertujuan agar tanaman tumbuh optimal, memiliki sistem perakaran yang kuat, dan tidak mudah mengalami layu setelah pindah […]

  • Anggaran KIP Kuliah 2026 Naik Rp15,3 Triliun, Ini Alasan Kuota Bisa Turun di Beberapa Kampus

    Anggaran KIP Kuliah 2026 Naik Rp15,3 Triliun, Ini Alasan Kuota Bisa Turun di Beberapa Kampus

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com — Pemerintah menaikkan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada 2026 menjadi Rp15,32 triliun. Meski demikian, jumlah penerima di sejumlah kampus bisa mengalami penurunan. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) menegaskan kondisi tersebut bukan akibat pemangkasan anggaran, melainkan perubahan skema distribusi yang kini berbasis data sosial dan […]

  • Tiga Hari Pencarian, Bocah 4 Tahun yang Hilang di Jemongko Ditemukan Meninggal Dunia di Aliran Sungai Sekayam

    Tiga Hari Pencarian, Bocah 4 Tahun yang Hilang di Jemongko Ditemukan Meninggal Dunia di Aliran Sungai Sekayam

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Dusun Jemongko, Desa Kuala Dua, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, diselimuti suasana duka. KA (4), anak laki-laki yang dilaporkan hilang sejak Selasa lalu, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis, 5 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Jenazah korban ditemukan di aliran Sungai Sekayam setelah tiga hari pencarian intensif oleh tim gabungan yang […]

expand_less