Senin, 4 Mei 2026
Trending Tags
Beranda » Bumi Daranante » Tiga Hari Pencarian, Bocah 4 Tahun yang Hilang di Jemongko Ditemukan Meninggal Dunia di Aliran Sungai Sekayam

Tiga Hari Pencarian, Bocah 4 Tahun yang Hilang di Jemongko Ditemukan Meninggal Dunia di Aliran Sungai Sekayam

  • account_circle Hms/Tim
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KilasSanggau.Com — Dusun Jemongko, Desa Kuala Dua, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, diselimuti suasana duka. KA (4), anak laki-laki yang dilaporkan hilang sejak Selasa lalu, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis, 5 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Jenazah korban ditemukan di aliran Sungai Sekayam setelah tiga hari pencarian intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Polri, TNI, Pemerintah Desa, serta masyarakat setempat.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga, Kubertus Andrio Uca (48), yang turut menyisir sungai. Tubuh bocah malang tersebut ditemukan tersangkut pada tunggul kayu di aliran sungai, sekitar 500 meter dari lokasi ditemukannya pakaian korban sehari sebelumnya.

Peristiwa memilukan ini bermula ketika KA dilaporkan hilang dari rumahnya pada Selasa (3/2/2026). Ibu korban, RR (38), mengungkapkan bahwa anaknya memang pernah beberapa kali pergi tanpa pamit, namun biasanya selalu berhasil ditemukan dalam waktu singkat.

Setelah dipastikan sebagai KA, tim gabungan segera melakukan proses evakuasi dan membawa jenazah ke rumah duka di Dusun Jemongko Dalam untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Setibanya di rumah duka, pemeriksaan fisik luar langsung dilakukan oleh dokter Irfan Maulana dari Puskesmas Kembayan. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan penyebab kematian sekaligus memastikan tidak adanya unsur kekerasan.

Berdasarkan hasil visum et repertum (VER), korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga pihak kepolisian menyimpulkan peristiwa ini sebagai musibah murni.

Pihak keluarga telah menerima hasil pemeriksaan tersebut dan memutuskan untuk menolak dilakukan autopsi. Jenazah langsung dipersiapkan untuk prosesi pemakaman secara kekeluargaan.

Kapolsek Kembayan, Iptu Hudson Siahaan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang menimpa keluarga korban. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan yang tidak kenal lelah melakukan pencarian.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal karena tenggelam dan tidak ditemukan tanda kekerasan,” ujar Iptu Hudson Siahaan, Kamis (5/2/2026).

Kapolsek juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya para orang tua yang tinggal di bantaran sungai, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.

“Keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau warga tetap tenang dan waspada agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang,” tambahnya.

Jenazah KA dimakamkan di pemakaman keluarga Dusun Jemongko pada hari yang sama. Prosesi pemakaman berlangsung penuh haru dengan dihadiri oleh kerabat, warga, serta aparat setempat yang turut mengantar keberangkatan korban ke peristirahatan terakhir.

  • Penulis: Hms/Tim
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Tanaman Tabungan Masa Depan: Strategi Ketahanan Pangan Mandiri dari Rumah

    10 Tanaman Tabungan Masa Depan: Strategi Ketahanan Pangan Mandiri dari Rumah

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Di tengah sistem pangan global yang kian rapuh dan fluktuasi harga pasar yang tidak menentu, kemandirian pangan menjadi isu yang semakin krusial. Melansir inspirasi dari kanal YouTube Embun Kata, solusi nyata menghadapi ketidakpastian ini bukanlah kepanikan, melainkan tindakan nyata dengan menanam “tabungan” berharga di lingkungan tempat tinggal sendiri. Kemandirian pangan tidak selalu membutuhkan […]

  • Puasa Tanpa Lemas: 9 Makanan Murah dan Sederhana agar Tubuh Tetap Segar

    Puasa Tanpa Lemas: 9 Makanan Murah dan Sederhana agar Tubuh Tetap Segar

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Keluhan seperti kepala pusing, tenggorokan kering, hingga badan lemas sering kali muncul hanya beberapa jam setelah waktu sahur berakhir. Kondisi ini sering dianggap sebagai hal yang wajar, namun ternyata faktor utama penyebabnya adalah pola makan yang kurang tepat. Menurut pakar kesehatan Rosihan Hidayah, masalah badan lemas saat berpuasa bukan disebabkan karena kondisi tubuh […]

  • Rahasia Rumah Selalu Rapi: 7 Ritual Pagi 30 Menit untuk Hunian yang Nyaman

    Rahasia Rumah Selalu Rapi: 7 Ritual Pagi 30 Menit untuk Hunian yang Nyaman

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Banyak orang merasa kewalahan saat bangun tidur karena langsung disambut oleh “kekacauan visual”, mulai dari meja yang penuh barang hingga area dapur yang berantakan. Kondisi ini sering kali memicu stres bahkan sebelum hari dimulai. Namun, melansir panduan dari kanal YouTube RUMAH AOZORA, rumah yang rapi secara realistis dan manusiawi bukan lahir dari pengejaran […]

  • Praktis! Begini Cara Membuat Ketupat Selamat Hanya dengan Dua Helai Janur

    Praktis! Begini Cara Membuat Ketupat Selamat Hanya dengan Dua Helai Janur

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Keyvin
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Pembuatan ketupat merupakan tradisi khas yang identik dengan berbagai momen perayaan dan hari besar di Indonesia. Dari sekian banyak jenis yang ada, Ketupat Selamat menjadi salah satu variasi yang cukup diminati karena bentuknya yang apik, unik, dan melambangkan doa keselamatan. Menariknya, pembuatan jenis ketupat ini kini bisa dilakukan dengan teknik yang lebih sederhana […]

  • Pekawai Jadi Primadona Baru di Perbatasan, Karantina Kalbar Catat Ekspor Ratusan Ton Sepanjang Januari

    Pekawai Jadi Primadona Baru di Perbatasan, Karantina Kalbar Catat Ekspor Ratusan Ton Sepanjang Januari

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Berakhirnya musim durian ternyata tidak menyurutkan geliat ekspor hortikultura di beranda depan negara. Seiring meredanya pengiriman durian, kini giliran buah pekawai yang mengambil alih panggung sebagai komoditas unggulan baru. Buah eksotis khas Kalimantan ini mencatatkan lonjakan signifikan. Baik dari frekuensi pengiriman maupun volume ekspor yang melintasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong menuju […]

  • Strategi Membaca Aktif & Berdampak: Cara Mengubah Informasi Menjadi Pemahaman Mendalam

    Strategi Membaca Aktif & Berdampak: Cara Mengubah Informasi Menjadi Pemahaman Mendalam

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Data UNESCO menunjukkan fakta memprihatinkan mengenai literasi di Indonesia, di mana minat baca masyarakat hanya berada di angka 0,01%. Artinya, dari 1.000 orang, hanya satu yang memiliki kegemaran membaca. Padahal, membaca merupakan medium pembelajaran terbaik yang secara unik mampu mengaktifkan sel-sel otak untuk bekerja lebih aktif dibandingkan sekadar menonton video atau mendengarkan podcast. […]

expand_less