Tiga Hari Pencarian, Bocah 4 Tahun yang Hilang di Jemongko Ditemukan Meninggal Dunia di Aliran Sungai Sekayam
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- print Cetak

KA (4) yang hilang di Dusun Jemongko ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Sekayam pada Kamis siang. Hasil visum memastikan korban meninggal akibat tenggelam dan murni musibah. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com — Dusun Jemongko, Desa Kuala Dua, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, diselimuti suasana duka. KA (4), anak laki-laki yang dilaporkan hilang sejak Selasa lalu, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis, 5 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Jenazah korban ditemukan di aliran Sungai Sekayam setelah tiga hari pencarian intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Polri, TNI, Pemerintah Desa, serta masyarakat setempat.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga, Kubertus Andrio Uca (48), yang turut menyisir sungai. Tubuh bocah malang tersebut ditemukan tersangkut pada tunggul kayu di aliran sungai, sekitar 500 meter dari lokasi ditemukannya pakaian korban sehari sebelumnya.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika KA dilaporkan hilang dari rumahnya pada Selasa (3/2/2026). Ibu korban, RR (38), mengungkapkan bahwa anaknya memang pernah beberapa kali pergi tanpa pamit, namun biasanya selalu berhasil ditemukan dalam waktu singkat.
Setelah dipastikan sebagai KA, tim gabungan segera melakukan proses evakuasi dan membawa jenazah ke rumah duka di Dusun Jemongko Dalam untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Setibanya di rumah duka, pemeriksaan fisik luar langsung dilakukan oleh dokter Irfan Maulana dari Puskesmas Kembayan. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan penyebab kematian sekaligus memastikan tidak adanya unsur kekerasan.
Berdasarkan hasil visum et repertum (VER), korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga pihak kepolisian menyimpulkan peristiwa ini sebagai musibah murni.
Pihak keluarga telah menerima hasil pemeriksaan tersebut dan memutuskan untuk menolak dilakukan autopsi. Jenazah langsung dipersiapkan untuk prosesi pemakaman secara kekeluargaan.
Kapolsek Kembayan, Iptu Hudson Siahaan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang menimpa keluarga korban. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan yang tidak kenal lelah melakukan pencarian.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal karena tenggelam dan tidak ditemukan tanda kekerasan,” ujar Iptu Hudson Siahaan, Kamis (5/2/2026).
Kapolsek juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya para orang tua yang tinggal di bantaran sungai, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
“Keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau warga tetap tenang dan waspada agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang,” tambahnya.
Jenazah KA dimakamkan di pemakaman keluarga Dusun Jemongko pada hari yang sama. Prosesi pemakaman berlangsung penuh haru dengan dihadiri oleh kerabat, warga, serta aparat setempat yang turut mengantar keberangkatan korban ke peristirahatan terakhir.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar