Pekawai Jadi Primadona Baru di Perbatasan, Karantina Kalbar Catat Ekspor Ratusan Ton Sepanjang Januari
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Senin, 19 Jan 2026
- print Cetak

Pekawai Jadi Primadona Baru di Perbatasan, Karantina Kalbar Catat Ekspor Ratusan Ton Sepanjang Januari. (Foto: Dok. Karantina)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com — Berakhirnya musim durian ternyata tidak menyurutkan geliat ekspor hortikultura di beranda depan negara. Seiring meredanya pengiriman durian, kini giliran buah pekawai yang mengambil alih panggung sebagai komoditas unggulan baru.
Buah eksotis khas Kalimantan ini mencatatkan lonjakan signifikan. Baik dari frekuensi pengiriman maupun volume ekspor yang melintasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong menuju Malaysia terpantau meningkat tajam.
Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Entikong mencatat kinerja impresif sepanjang Januari 2026. Sebanyak 103,59 ton pekawai berhasil dikirim ke negara tetangga melalui 25 kali frekuensi pengiriman.
Capaian ini menegaskan tren peralihan komoditas musiman yang tetap terjaga konsistensinya. Perdagangan lintas batas negara pun tetap stabil meski jenis buah yang dikirim mulai berganti.
Penanggung jawab Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari dinamika alami. Perdagangan komoditas hortikultura di kawasan perbatasan memang sangat dipengaruhi oleh musim buah.
“Usai berakhirnya musim durian, pekawai kini mendominasi arus ekspor melalui PLBN Entikong,” ujar Swiet Sinay memberikan keterangan.
Keberhasilan mengirimkan lebih dari 100 ton pekawai ini membuktikan daya saing buah lokal. Hal ini menunjukkan bahwa produk asli Kalimantan sangat diminati oleh pasar luar negeri.
Meskipun volume pengiriman meningkat tajam, Swiet Sinay menegaskan pengawasan tetap menjadi prioritas. Pihaknya memastikan seluruh proses berada dalam kendali ketat petugas karantina.
Setiap buah pekawai yang dikirimkan wajib melalui serangkaian tindakan karantina sesuai regulasi. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan komoditas tersebut bebas dari hama penyakit atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Selain itu, pengawasan dilakukan agar produk memenuhi standar ketat negara tujuan. Karantina Kalimantan Barat berkomitmen penuh menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas buah asli Indonesia.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Karantina Kalbar

Saat ini belum ada komentar