Membaca Bukan Sekadar Hobi: Alasan Mengapa Buku Bisa Menyelamatkan Hidupmu ala Raim Laode
- account_circle Anisa
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- print Cetak

Membaca Bukan Sekadar Hobi: Alasan Mengapa Buku Bisa Menyelamatkan Hidupmu ala Raim Laode. (Foto : Gemini AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KILASSANGGAU – Literasi sering kali dianggap sebagai kegiatan akademik yang menjemukan, namun bagi musisi dan komika Raim Laode, membaca adalah fondasi dasar bagi kemanusiaan. Dalam pandangannya, membaca bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang, melainkan sebuah kebutuhan krusial untuk bertahan hidup.
Raim menekankan perbedaan antara sekadar mengeja kata di atas kertas dengan konsep “Iqra”, yaitu kemampuan membaca spektrum dan frekuensi kehidupan yang lebih luas. Melalui buku, seseorang tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga membangun benteng pertahanan diri.
Berikut adalah 5 manfaat utama membaca yang dirasakan langsung oleh Raim Laode:
1. Membuka Ruang Imajinasi Tanpa Batas
Mengutip pernyataan Albert Einstein, Raim meyakini bahwa imajinasi jauh lebih penting daripada ilmu pengetahuan. Buku memberikan kebebasan bagi setiap pembaca untuk memiliki interpretasi visual yang berbeda. Imajinasi inilah yang menjadi cikal bakal semua penemuan besar di dunia sebelum ilmu pengetahuan mampu membuktikannya secara teknis.
2. Mencegah Menjadi “Korban Kebodohan”
Raim menyampaikan pesan yang cukup keras: “Kebodohan rajin memakan korban.” Tanpa bekal ilmu dari bacaan, seseorang akan sulit menemukan solusi untuk keluar dari masalah. Dalam skala yang lebih luas, literasi yang rendah adalah celah bagi kapitalisme dan kepentingan politik tertentu untuk mengontrol masyarakat. Dengan membaca, kita meningkatkan “nilai jual” sebagai bangsa yang berdaulat.
3. Menyeimbangkan Informasi dari Internet
Raim mengingatkan bahwa internet sering kali hanya mendukung subjektivitas atau “nafsu” penggunanya melalui algoritma. Jika kita mencari keburukan seseorang, internet akan menyajikan jutaan artikel yang mendukung hal tersebut. Sebaliknya, buku menawarkan kedalaman riset dan perspektif yang lebih objektif serta komprehensif dibandingkan potongan informasi singkat di dunia maya.
4. Akumulasi Referensi sebagai Kunci Kejeniusan
“Tidak ada orang jenius, yang ada adalah orang yang referensinya paling banyak,” ujar Raim. Baginya, kejeniusan adalah hasil akumulasi dari banyaknya referensi yang diserap melalui bacaan. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin kaya sudut pandang yang dimiliki seseorang untuk memecahkan berbagai persoalan hidup.
5. Merekonstruksi Cara Berpikir dan Berbicara
Ini merupakan testimoni paling personal dari Raim Laode. Ia merasakan perubahan signifikan pada cara bicaranya dibandingkan beberapa tahun lalu. Membaca melatih otak untuk berpikir secara sistematis dan terstruktur, mulai dari memahami konsep besar hingga detail terkecil. Pola sistematis dalam buku ini secara otomatis teraplikasi dalam cara berkomunikasi, sehingga tuturan menjadi lebih berbobot, jelas, dan teratur.
Membaca buku adalah investasi terbaik untuk masa depan. Dengan literasi yang mumpuni, kita tidak akan mudah “kaget” atau panik saat menghadapi situasi baru, karena kita telah mengenali polanya melalui pengalaman literasi yang mendalam.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: YouTube/Raim Laode

Saat ini belum ada komentar