Pecahkan Rekor MURI, Panen Raya Jagung Bengkayang Libatkan 1.750 Petani!
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- print Cetak

Pecahkan Rekor MURI, Panen Raya Jagung Bengkayang Libatkan 1.750 Petani! (Foto: Adpim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com – Sektor pertanian Kalimantan Barat kembali menorehkan prestasi gemilang. Dalam gelaran Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025, Kabupaten Bengkayang berhasil memecahkan Rekor MURI untuk kategori pemanenan dan pemipilan jagung secara serentak dengan jumlah peserta terbanyak!
Kegiatan yang terpusat secara nasional di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan diikuti secara daring oleh seluruh provinsi, disaksikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto di Parit Baru, Dusun Karya I, Desa Jawa Tengah, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (8/1/2026).
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto menjelaskan bahwa lokasi panen raya jagung di Kubu Raya dipilih agar Gubernur dapat mengikuti acara, sementara pusat kegiatan pencatatan Rekor MURI berada di Kabupaten Bengkayang.
“Rekor sebelumnya di Grobogan diikuti sekitar 1.200 petani, sementara di Bengkayang mencapai 1.750 petani. Pencatatan Rekor MURI meliputi panen jagung serentak serta pemipilan jagung serentak oleh petani bersama anggota Polres Bengkayang, dan tim MURI telah berada di lokasi,” ungkap Kapolda.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kolaborasi apik antara petani, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa Kalbar telah mendapat kepercayaan dari Menteri Pertanian RI untuk pengembangan peternakan ayam pedaging dan ayam petelur. Proyek besar ini akan dipusatkan di kawasan ekonomi Mandor, Kabupaten Landak, dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp1,7 triliun.
“Investasi ini nantinya juga akan memiliki cabang di kabupaten dan kota lainnya. Tentu pakan ternak akan membutuhkan jagung dalam jumlah besar, sehingga komoditas ini sangat penting untuk mendukung peternakan tersebut,” ujar Gubernur.
Ria Norsan juga menambahkan bahwa hasil peternakan ayam ini nantinya akan digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan gizi anak-anak di Kalimantan Barat.
“Para petani tidak perlu khawatir menanam jagung, karena hasilnya akan digunakan dan dibeli untuk kebutuhan pakan ternak,” tegasnya, menjamin pasar bagi petani jagung lokal.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dalam interaksi daring dari pusat acara, menyampaikan apresiasi atas optimalisasi perluasan lahan tanam dan kolaborasi Polri-petani. Ia berharap luas tanam jagung secara nasional dapat mencapai 1 juta hektare pada tahun 2026.
Kapolri juga mengajak seluruh masyarakat dan produsen untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong agar Indonesia ke depan mampu memperkuat ekspor komoditas jagung.
Panen raya jagung ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan produksi, tetapi juga harapan baru bagi petani dan seluruh masyarakat Kalimantan Barat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Adpim

Saat ini belum ada komentar