Tatung dan Tarawih Berjalan Beriringan, AKP PSC Kusuma Wibawa: Simbol Moderasi Beragama di Sanggau
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
- print Cetak

Forkopimda Sanggau menggelar Rakor lintas sektoral untuk mengamankan Cap Go Meh 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Fokus utama adalah sinergi jadwal ritual dan ibadah. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com — Menjelang perayaan Cap Go Meh Tahun 2026, jajaran Forkopimda dan unsur lintas sektoral di Kabupaten Sanggau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) guna memastikan kesiapan pengamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Rapat yang dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026 di Aula Graha Wira Pratama Polres Sanggau ini menjadi sangat krusial karena pelaksanaan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi agar dua momentum besar tersebut berjalan beriringan dalam suasana aman dan penuh toleransi.
Kegiatan dipimpin oleh Kabagops Polres Sanggau, AKP PSC Kusuma Wibawa, didampingi Kasdim 1204/Sanggau Mayor Inf. Duloh, serta Staf Ahli III Bupati Sanggau Sophiar Juliansyah. Hadir pula Ketua Panitia Cap Go Meh 2026 Heriyanto, tokoh agama, perwakilan ormas, dan pengurus Masjid Al-Ikhlas.
Dalam paparannya, AKP PSC Kusuma Wibawa menegaskan bahwa perayaan Cap Go Meh adalah simbol keberagaman yang harus dijaga. Pengamanan akan difokuskan secara kolaboratif antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Tugas kita bersama memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tetap menghormati umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadhan,” tegas AKP PSC Kusuma Wibawa.
Polres Sanggau akan menyiagakan personel untuk pengamanan fisik dan rekayasa lalu lintas, terutama di titik-titik krusial yang berdekatan dengan lokasi ibadah, seperti Masjid Al-Ikhlas. Pemetaan potensi konflik sosial juga telah disiapkan secara terukur.
Staf Ahli III Bupati Sanggau, Sophiar Juliansyah, menambahkan bahwa sinkronisasi jadwal kegiatan menjadi kunci utama. Hal ini dilakukan agar ritual Tatung, karnaval, dan jadwal salat tarawih tidak saling mengganggu.
“Sinergi jadwal menjadi kunci agar ritual Tatung, karnaval, dan kegiatan ibadah Ramadhan dapat berjalan tanpa saling mengganggu,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kasdim 1204/Sanggau Mayor Inf. Duloh menyatakan kesiapan TNI untuk mendukung penuh pola pengamanan yang dipimpin oleh Polres Sanggau melalui koordinasi yang matang antar-komponen.
Ketua Panitia Cap Go Meh, Heriyanto, memaparkan gambaran umum rencana kegiatan, termasuk rute pawai dan lokasi pertunjukan yang disusun dengan mempertimbangkan ketertiban umum. Forum juga menyepakati penguatan komunikasi publik guna mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Rakor diakhiri dengan buka puasa bersama sebagai simbol nyata toleransi dan moderasi beragama di Kabupaten Sanggau. Melalui sinergi ini, seluruh pihak berkomitmen menjadikan Cap Go Meh 2026 sebagai momentum penguat keharmonisan sosial di Bumi Daranante.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar