Strategi Membaca Aktif & Berdampak: Cara Mengubah Informasi Menjadi Pemahaman Mendalam
- account_circle Anisa
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- print Cetak

Strategi Membaca Aktif & Berdampak: Cara Mengubah Informasi Menjadi Pemahaman Mendalam. (Foto : André Santana Design André Santana dari Pixabay)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KILASSANGGAU – Data UNESCO menunjukkan fakta memprihatinkan mengenai literasi di Indonesia, di mana minat baca masyarakat hanya berada di angka 0,01%. Artinya, dari 1.000 orang, hanya satu yang memiliki kegemaran membaca. Padahal, membaca merupakan medium pembelajaran terbaik yang secara unik mampu mengaktifkan sel-sel otak untuk bekerja lebih aktif dibandingkan sekadar menonton video atau mendengarkan podcast.
Melansir ulasan dari kanal YouTube Agusleo Halim pada Selasa (27/01/2026), membaca bukan sekadar aktivitas menatap teks, melainkan proses internalisasi ilmu. Berikut adalah lima poin penting untuk membangun kebiasaan membaca yang efektif dan berdampak:
1. Prinsip “Read Books You Love“
Jangan pernah memaksakan diri untuk membaca buku yang terasa berat atau membosankan hanya karena buku tersebut sedang populer. Agusleo menekankan prinsip, “Read books you love until you love to read” (Bacalah buku yang kamu suka sampai kamu suka membaca). Jika Anda merasa tidak terkoneksi dengan isi sebuah buku, jangan ragu untuk berhenti. Mengingat ada jutaan buku di dunia, jangan buang waktu pada bacaan yang terasa seperti beban.
2. Bebas Menjelajahi Daftar Isi
Membaca buku non-fiksi tidak harus selalu urut dari halaman pertama hingga terakhir. Anda memiliki kendali penuh sebagai pembaca. Periksalah Table of Contents (Daftar Isi) dan mulailah dari bab yang paling menarik atau relevan dengan kebutuhan Anda saat ini. Jangan ragu untuk melakukan speed reading atau melompati bagian yang dirasa kurang memberikan nilai bagi Anda.
3. Gunakan Telunjuk untuk Menjaga Fokus
Mata manusia sering kali terdistraksi saat melihat deretan teks yang rapat. Untuk mengatasinya, gunakan jari telunjuk sebagai pemandu saat membaca teks dari kiri ke kanan. Teknik sederhana ini secara instan meningkatkan fokus mata dan membantu meningkatkan kecepatan membaca karena otak memiliki “penunjuk” visual yang jelas.
4. Menulis Ulang, Bukan Sekadar Highlight
Banyak orang gemar menandai kalimat dengan stabilo (highlighting), namun aktivitas ini sering kali membuat otak malas memproses informasi secara mendalam. Tips yang lebih efektif adalah menulis ulang poin menarik tersebut menggunakan bahasa sendiri di catatan fisik atau digital. Proses menulis ulang memaksa otak untuk mengolah informasi dan memasukkannya ke dalam pemahaman yang lebih dalam.
5. Tetapkan Kecepatan Sendiri (Set Your Own Pace)
Jangan terjebak dalam perlombaan jumlah buku yang sering dipamerkan di media sosial. Mengetahui isi buku dan memahami konsepnya adalah dua hal yang berbeda. Lebih baik membaca sedikit buku namun benar-benar paham dan mampu mengaplikasikannya, daripada membaca ratusan buku tetapi tidak ada satu pun yang mengubah cara berpikir Anda.
Menurut Agusleo Halim, indikator terbaik bahwa sebuah buku berdampak bagi Anda adalah ketika Anda berhenti sejenak saat membaca, terdiam, lalu berpikir, “Benar juga ya?”. Momen kontemplasi itulah yang menandakan bahwa proses belajar yang sesungguhnya sedang terjadi.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: YouTube/Agusleo Halim

Saat ini belum ada komentar