Api Cepat Membesar Dipicu BBM dan Gas, Warga Bahta Berjibaku Padamkan Kebakaran Pakai Mesin Robin
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- print Cetak

Dua unit ruko di Dusun Bahta ludes terbakar pada Minggu pagi. Api diduga berasal dari korsleting listrik dan merambat cepat karena adanya bahan mudah terbakar seperti Pertalite dan tabung gas. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com — Peristiwa kebakaran hebat melanda dua unit rumah toko (ruko) di Dusun Bahta, Desa Bahta, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, pada Minggu pagi, 8 Februari 2026. Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut menghanguskan bangunan milik Karnaen (47). Ruko tersebut selama ini difungsikan sebagai kios Pertalite, pangkas rambut, serta toko sembako.
Asap tebal pertama kali diketahui muncul dari bagian bawah ruko oleh pemilik dan dua orang saksi, Diki Kurniawan serta Sopian. Hanya dalam hitungan menit, asap tersebut berubah menjadi kobaran api yang langsung merambat ke bangunan di sebelahnya.
Melihat api yang terus meluas, warga setempat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga. Diki dan Sopian sempat mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya sekitar pukul 08.15 WIB, namun kobaran api justru semakin mengganas.
Diduga kuat, api sulit dikendalikan karena menyambar bahan mudah terbakar yang tersimpan di dalam ruko. Masyarakat kemudian bergotong royong mengerahkan mesin pompa air (mesin Robin) untuk menyedot air dari sungai terdekat guna memadamkan api secara darurat.
Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam dengan sarana terbatas, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 10.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dua bangunan ruko tersebut mengalami kerusakan berat.
Kerugian materil akibat amukan si jago merah ini diperkirakan mencapai kurang lebih Rp800 juta, mengingat sebagian besar isi toko tidak sempat diselamatkan.
Kapolsek Bonti, Iptu Erpan Yudi Asmara, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, sumber api diduga kuat berasal dari korsleting arus listrik pada bagian lantai ruko.
“Kami menduga api dipicu oleh hubungan arus pendek listrik yang kemudian menimbulkan percikan dan menyambar material yang mudah terbakar,” ujar Iptu Erpan, Minggu (8/2/2026).
Iptu Erpan menambahkan, keberadaan stok Pertalite dan tabung gas LPG di dalam ruko menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api pada fase awal kebakaran. Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Sanggau untuk penyelidikan lebih lanjut.
Meski mengalami kerugian besar, korban menyatakan bahwa kejadian ini murni merupakan musibah. Kapolsek juga memberikan apresiasi atas solidaritas warga Bahta yang sigap membantu proses evakuasi dan pemadaman.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Polsek Bonti melalui Bhabinkamtibmas akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya instalasi listrik yang tidak standar.
“Pastikan instalasi listrik sesuai standar dan libatkan pihak berkompeten seperti PLN. Pencegahan harus menjadi perhatian bersama agar risiko kebakaran dapat diminimalisir,” tutup Iptu Erpan.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar