Rabu, 2 Sep 2026
Trending Tags
Beranda » News » Pontianak Siaga Banjir Rob 2 Meter, Sutarmidji Kritik Sungai Kapuas Tak Pernah Dikeruk

Pontianak Siaga Banjir Rob 2 Meter, Sutarmidji Kritik Sungai Kapuas Tak Pernah Dikeruk

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KilasSanggau.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kini dalam status waspada tinggi guna menghadapi potensi pasang air laut ekstrem. Pontianak siaga banjir rob setelah prakiraan BMKG menunjukkan ketinggian pasang pada Januari 2026 bisa mencapai dua meter, sementara di sisi lain, Sutarmidji kritik kedangkalan sungai tak pernah dikeruk sebagai faktor yang memperparah keadaan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa prediksi pasang air laut kali ini lebih tinggi dibandingkan Desember lalu yang mencapai 1,8 meter. Kondisi ini diprediksi akan berdampak langsung pada kawasan yang berada di sekitar bantaran Sungai Kapuas.

Mengingat ketinggian air yang cukup signifikan, Wali Kota mengimbau warga, khususnya yang tinggal di tepian sungai, untuk segera mengamankan barang berharga dan peralatan rumah tangga.

“Terutama rumah-rumah yang sebelumnya sempat terendam, agar pengalaman kemarin bisa menjadi pelajaran untuk lebih siap menghadapi kemungkinan yang sama,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Sabtu (3/1/2026).

Selain kerugian materiel, keselamatan jiwa juga menjadi fokus utama. Orang tua diminta untuk mengawasi anak-anak dengan ketat agar tidak bermain di parit atau saluran air saat rob terjadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Fenomena banjir rob yang rutin mengancam Kota Khatulistiwa ini turut mendapat sorotan tajam dari mantan Gubernur Kalbar, Sutarmidji. Melalui akun media sosialnya pada Sabtu (3/1/2026), pria yang akrab disapa Bang Midji ini menekankan bahwa posisi geografis Pontianak yang hanya 0,1 hingga 1,5 meter di atas permukaan laut sangat rentan jika pasang laut mencapai 2 meter.

Namun, ia menyoroti masalah teknis yang lebih dalam, yakni pendangkalan Sungai Kapuas yang dianggap terabaikan oleh Pemerintah Pusat.

“Keadaan ini diperparah dengan tak pernah dikeruknya Sungai Kapuas oleh Pemerintah Pusat. Sebelumnya tugas ini oleh Pelindo, lalu ke Kemenhub, dan sekarang gak tahu PUPR dengan Balai Sungainya? Semakin tak jelas,” kritik Midji.

Ia menambahkan bahwa kedalaman muara yang awalnya mencapai 7,5 meter saat surut terendah, kini menyusut hingga kurang dari 5 meter. “Jadi kalau hujan, air akan main di darat karena sungai sudah cetek (dangkal),” jelas Wali Kota Pontianak dua periode tersebut.

Menanggapi ancaman tersebut, Pemkot Pontianak telah menyiagakan posko kesiapsiagaan di sejumlah titik rawan, seperti Nipah Kuning, Pontianak Utara, dan Pontianak Timur. Posko ini difungsikan untuk mempercepat respon darurat apabila terjadi kenaikan air yang drastis.

Selain menyiagakan personel, upaya preventif seperti pembersihan drainase dan saluran air di berbagai sudut kota juga terus dilakukan secara rutin. Hal ini bertujuan agar aliran air tetap lancar dan tidak tersumbat sampah saat rob datang bersamaan dengan hujan deras.

Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat diperlukan. “Pemerintah sudah bersiaga, namun masyarakat juga harus waspada dan menjaga lingkungan agar dampak banjir rob dapat diminimalisir,” tutupnya.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Lolos CPNS 2026: Rahasia Menaklukkan Persaingan Ketat untuk Jadi ASN

    Strategi Lolos CPNS 2026: Rahasia Menaklukkan Persaingan Ketat untuk Jadi ASN

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan penghasilan tetap dan jenjang karier yang aman hingga masa pensiun tetap menjadi impian besar bagi banyak orang. Namun, tantangan utama dalam setiap pembukaan seleksi adalah persaingan yang luar biasa ketat. Melansir informasi dari kanal Bimbel CPNS 2026, satu formasi bahkan bisa diperebutkan oleh lebih dari 500 pelamar. […]

  • Mirip Konsep CFD, Samer Weekend Hadirkan Ruang Publik Inklusif untuk Ekonomi Kreatif Sanggau

    Mirip Konsep CFD, Samer Weekend Hadirkan Ruang Publik Inklusif untuk Ekonomi Kreatif Sanggau

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Kom/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Pemerintah Kabupaten Sanggau secara resmi meluncurkan Samer Weekend, sebuah ruang publik baru yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas akhir pekan bagi masyarakat. Kegiatan yang digelar di kawasan strategis Sabang Merah ini dibuka langsung oleh Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, didampingi Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Samer Weekend mengusung konsep yang […]

  • KA Tak Berkutik Saat Polisi Geledah Kamar Kos di Pusat Damai: Temukan Sabu, Ekstasi, hingga Timbangan Digital

    KA Tak Berkutik Saat Polisi Geledah Kamar Kos di Pusat Damai: Temukan Sabu, Ekstasi, hingga Timbangan Digital

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sanggau berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika di wilayah Kecamatan Parindu. Seorang pria berinisial KA (48), warga Jalan Swadaya Pusat Damai, diringkus petugas pada Sabtu dini hari, 21 Februari 2026. Penangkapan berlangsung sekitar pukul 00.15 WIB di tepi Jalan Raya Merdeka Bodok, Dusun Gaang Neriyong, Desa Pusat Damai. […]

  • Sikat Pakaian Bekas Ilegal! Bea Cukai Musnahkan 500 Bale Ballpress Senilai Miliaran Rupiah di Entikong

    Sikat Pakaian Bekas Ilegal! Bea Cukai Musnahkan 500 Bale Ballpress Senilai Miliaran Rupiah di Entikong

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Perang terhadap peredaran barang ilegal di wilayah perbatasan terus digencarkan. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat, dengan bantuan pengamanan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Entikong, sukses melaksanakan pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMN) berupa pakaian bekas impor ilegal dalam jumlah besar. Kegiatan pemusnahan ini berlangsung di Lapangan Pembakaran […]

  • Perselisihan di Kebun Sawit Batang Lupar, Seorang Warga Tewas Tertembak Senjata Rakitan

    Perselisihan di Kebun Sawit Batang Lupar, Seorang Warga Tewas Tertembak Senjata Rakitan

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Humas Polres
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas Hulu tengah mendalami kasus tragis warga tewas tertembak di kebun sawit yang melibatkan penggunaan senjata api ilegal. Peristiwa yang merenggut nyawa pria berinisial AI (55) ini terjadi di lahan perkebunan kelapa sawit Dusun Ukit-Ukit, Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, pada Rabu, 31 Desember 2025. Pihak kepolisian kini melakukan […]

  • Anti Gagal! Ini Tips Membuat Martabak Teflon Pandan Keju yang Lembut dan Bersarang

    Anti Gagal! Ini Tips Membuat Martabak Teflon Pandan Keju yang Lembut dan Bersarang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Keyvin
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Martabak manis atau yang sering disebut terang bulan merupakan kudapan populer yang kini dapat dibuat secara mandiri di rumah. Dengan peralatan sederhana seperti teflon, masyarakat bisa menghasilkan tekstur martabak yang lembut dan memiliki rongga atau bersarang secara sempurna. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh teknik pencampuran adonan serta pengaturan suhu api yang tepat. Melansir panduan […]

expand_less