Jumat, 3 Jul 2026
Trending Tags
Beranda » News » Pontianak Siaga Banjir Rob 2 Meter, Sutarmidji Kritik Sungai Kapuas Tak Pernah Dikeruk

Pontianak Siaga Banjir Rob 2 Meter, Sutarmidji Kritik Sungai Kapuas Tak Pernah Dikeruk

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KilasSanggau.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kini dalam status waspada tinggi guna menghadapi potensi pasang air laut ekstrem. Pontianak siaga banjir rob setelah prakiraan BMKG menunjukkan ketinggian pasang pada Januari 2026 bisa mencapai dua meter, sementara di sisi lain, Sutarmidji kritik kedangkalan sungai tak pernah dikeruk sebagai faktor yang memperparah keadaan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa prediksi pasang air laut kali ini lebih tinggi dibandingkan Desember lalu yang mencapai 1,8 meter. Kondisi ini diprediksi akan berdampak langsung pada kawasan yang berada di sekitar bantaran Sungai Kapuas.

Mengingat ketinggian air yang cukup signifikan, Wali Kota mengimbau warga, khususnya yang tinggal di tepian sungai, untuk segera mengamankan barang berharga dan peralatan rumah tangga.

“Terutama rumah-rumah yang sebelumnya sempat terendam, agar pengalaman kemarin bisa menjadi pelajaran untuk lebih siap menghadapi kemungkinan yang sama,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Sabtu (3/1/2026).

Selain kerugian materiel, keselamatan jiwa juga menjadi fokus utama. Orang tua diminta untuk mengawasi anak-anak dengan ketat agar tidak bermain di parit atau saluran air saat rob terjadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Fenomena banjir rob yang rutin mengancam Kota Khatulistiwa ini turut mendapat sorotan tajam dari mantan Gubernur Kalbar, Sutarmidji. Melalui akun media sosialnya pada Sabtu (3/1/2026), pria yang akrab disapa Bang Midji ini menekankan bahwa posisi geografis Pontianak yang hanya 0,1 hingga 1,5 meter di atas permukaan laut sangat rentan jika pasang laut mencapai 2 meter.

Namun, ia menyoroti masalah teknis yang lebih dalam, yakni pendangkalan Sungai Kapuas yang dianggap terabaikan oleh Pemerintah Pusat.

“Keadaan ini diperparah dengan tak pernah dikeruknya Sungai Kapuas oleh Pemerintah Pusat. Sebelumnya tugas ini oleh Pelindo, lalu ke Kemenhub, dan sekarang gak tahu PUPR dengan Balai Sungainya? Semakin tak jelas,” kritik Midji.

Ia menambahkan bahwa kedalaman muara yang awalnya mencapai 7,5 meter saat surut terendah, kini menyusut hingga kurang dari 5 meter. “Jadi kalau hujan, air akan main di darat karena sungai sudah cetek (dangkal),” jelas Wali Kota Pontianak dua periode tersebut.

Menanggapi ancaman tersebut, Pemkot Pontianak telah menyiagakan posko kesiapsiagaan di sejumlah titik rawan, seperti Nipah Kuning, Pontianak Utara, dan Pontianak Timur. Posko ini difungsikan untuk mempercepat respon darurat apabila terjadi kenaikan air yang drastis.

Selain menyiagakan personel, upaya preventif seperti pembersihan drainase dan saluran air di berbagai sudut kota juga terus dilakukan secara rutin. Hal ini bertujuan agar aliran air tetap lancar dan tidak tersumbat sampah saat rob datang bersamaan dengan hujan deras.

Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat diperlukan. “Pemerintah sudah bersiaga, namun masyarakat juga harus waspada dan menjaga lingkungan agar dampak banjir rob dapat diminimalisir,” tutupnya.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anti Gagal! Ini Tips Membuat Martabak Teflon Pandan Keju yang Lembut dan Bersarang

    Anti Gagal! Ini Tips Membuat Martabak Teflon Pandan Keju yang Lembut dan Bersarang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Keyvin
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Martabak manis atau yang sering disebut terang bulan merupakan kudapan populer yang kini dapat dibuat secara mandiri di rumah. Dengan peralatan sederhana seperti teflon, masyarakat bisa menghasilkan tekstur martabak yang lembut dan memiliki rongga atau bersarang secara sempurna. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh teknik pencampuran adonan serta pengaturan suhu api yang tepat. Melansir panduan […]

  • Polisi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, Sasar WNA Lewat Aplikasi Kencan Palsu

    Polisi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, Sasar WNA Lewat Aplikasi Kencan Palsu

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta berhasil membongkar sindikat love scamming atau penipuan berkedok asmara yang diduga terhubung dengan jaringan internasional. Sindikat tersebut diketahui beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan sasaran korban warga negara asing (WNA). Pengungkapan kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di kantor PT Altair Trans […]

  • Kronolig Bocah 11 Tahun di Sekadau Meninggal Tenggelam Tersangkut Tali Jamban

    Kronolig Bocah 11 Tahun di Sekadau Meninggal Tenggelam Tersangkut Tali Jamban

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Mus Mussin
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Kabar duka menyelimuti wilayah Kampung Rojok, Dusun Teribang, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Kapuas pada Sabtu (17/1/2026) pagi. Insiden memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat korban sedang asyik bermain air bersama dua orang temannya di sekitar […]

  • Kejari Sanggau Musnahkan Lanting Jak PETI yang Telah Inkracht

    Kejari Sanggau Musnahkan Lanting Jak PETI yang Telah Inkracht

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Kejaksaan Negeri Sanggau bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau melaksanakan pemusnahan barang bukti perkara Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di tepi Sungai Kapuas, Lingkungan Kantu, Kecamatan Kapuas. Langkah ini menjadi simbol ketegasan dalam penegakan hukum […]

  • Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Kawasan Hutan

    Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Kawasan Hutan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com – Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar aturan di kawasan hutan nasional. Pencabutan izin ini merupakan hasil audit dan pemeriksaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam. “Presiden memutuskan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti […]

  • 7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan: Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang?

    7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan: Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang?

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Upaya menghentikan kabut asap lintas batas di Asia Tenggara sangat bergantung pada efektivitas pencegahan kebakaran di lapangan. Namun, Fire-Free Alliance (FFA) mengidentifikasi adanya tujuh tantangan sistemik yang membuat permasalahan ini sulit dituntaskan secara permanen. Melansir informasi dari kanal YouTube Discover APRIL pada Kamis (22/01/2026), penanggulangan kebakaran bukan sekadar memadamkan api, melainkan menghadapi kerumitan […]

expand_less