Senin, 4 Mei 2026
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bahaya di Media Sosial, Densus 88 Temukan Anak-anak Terlibat Komunitas Kekerasan

Bahaya di Media Sosial, Densus 88 Temukan Anak-anak Terlibat Komunitas Kekerasan

  • account_circle Kilas Sanggau
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KilasSanggau.com – Densus 88 Antiteror Polri mengungkap temuan serius terkait maraknya paparan konten kekerasan dan ideologi ekstrem di ruang digital yang menyasar anak-anak dan remaja. Fenomena ini dinilai berbahaya karena berpotensi mendorong tindakan kekerasan ekstrem di dunia nyata.

Temuan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Penanganan Anak Terpapar Konten Kekerasan di Ruang Digital yang digelar di Gedung Awaloedin Djamin, Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Kepala PPID Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardana, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah komunitas digital tertutup di media sosial yang berkembang secara masif dan berpotensi mendorong aksi kekerasan, terutama di kalangan anak di bawah umur.

“Kami membenarkan pernyataan Kepala BNPT bahwa Densus 88 menemukan komunitas yang dibingkai dalam grup media sosial. Ini bukan satu-satunya, melainkan salah satu dari puluhan grup serupa yang telah kami identifikasi,” ujar Kombes Mayndra.

Menurut Mayndra, kelompok-kelompok tersebut mulai terdeteksi sejak tahun 2025 dan hingga kini terus menjadi sasaran intervensi bersama kementerian dan lembaga terkait di berbagai daerah. Konten yang disebarkan dikemas secara menarik, mulai dari video pendek, animasi, meme, hingga musik, sehingga mudah menarik perhatian anak-anak dan membangun simpati terhadap narasi kekerasan.

Situasi ini menjadi semakin berbahaya ketika bersinggungan dengan kondisi psikologis anak-anak yang masih berada dalam fase pencarian jati diri.

“Anak-anak belum memiliki kemampuan berpikir kritis yang matang dan cenderung mencari pengakuan. Paparan radikalisme dan kekerasan di media sosial dapat dengan cepat memengaruhi perilaku, emosi, dan pola pikir mereka,” jelas Mayndra.

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian serius Densus 88 adalah berkembangnya True Crime Community di kalangan remaja. Komunitas ini tumbuh tanpa tokoh sentral atau organisasi resmi, namun memanfaatkan karakter ruang digital yang transnasional, anonim, dan sensasional.

Densus 88 juga mencatat sejumlah kasus kekerasan global sepanjang tahun 2025 yang melibatkan remaja dan terinspirasi dari konten ekstrem di media sosial. Salah satu kasus terbaru terjadi di Moskow, Rusia, pada Desember 2025, di mana pelaku menuliskan frasa “Jakarta Bombing 2025” pada senjata yang digunakan.

“Tulisan itu kemudian diunggah ke komunitas digital terkait. Ini menunjukkan bagaimana narasi kekerasan dapat melintasi batas negara dan menjadi inspirasi aksi nyata,” ungkap Mayndra.

Ia menambahkan, potensi ancaman tersebut sebenarnya telah terdeteksi jauh sebelum insiden kekerasan di SMA Negeri 72 Jakarta. Namun, karakter pelaku yang tertutup dan menarik diri dari lingkungan sosial membuat proses deteksi dini menjadi lebih sulit.

Pasca insiden tersebut, Polri bersama kementerian dan lembaga terkait melakukan intervensi lanjutan di berbagai daerah. Pada 22 Desember 2025, dilakukan penanganan serentak terhadap lebih dari 70 anak yang teridentifikasi tergabung dalam komunitas digital berbahaya tersebut.

“Dari hasil wawancara, ditemukan adanya rencana aksi kekerasan ekstrem, mulai dari pengeboman sekolah, penusukan, hingga rencana bunuh diri setelah melakukan aksi,” kata Mayndra.

Dari total 70 anak yang tersebar di 19 provinsi, sebanyak 67 anak telah menjalani asesmen, pemetaan, konseling, dan pendampingan. Mayoritas berada pada rentang usia 11 hingga 18 tahun, dengan dominasi usia 15 tahun.

Faktor pemicu keterlibatan anak-anak tersebut beragam, mulai dari perundungan, kondisi keluarga yang tidak harmonis, trauma psikologis, minimnya perhatian orang tua, hingga paparan konten pornografi dan kekerasan sejak dini.

Menutup keterangannya, Kombes Mayndra mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan perilaku anak.

“Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain ketertarikan berlebihan pada simbol dan tokoh pelaku kekerasan, menarik diri dari pergaulan, menyukai konten sadistik, marah saat gawainya diperiksa, serta membawa benda yang identik dengan kekerasan ke lingkungan sekolah,” pungkasnya. (*/)

  • Penulis: Kilas Sanggau

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mau Nonton Cap Go Meh Singkawang 2026? Ini Info Tiket Podium dan Tour Guide Eksklusif

    Mau Nonton Cap Go Meh Singkawang 2026? Ini Info Tiket Podium dan Tour Guide Eksklusif

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 yang legendaris di Kota Singkawang, para pelancong mulai berburu akses terbaik untuk menyaksikan parade tatung. Bagi wisatawan yang mencari informasi tour guide dan tiket podium nonton Cap Go Meh Singkawang, sosok Herfin Yulianto menjadi rujukan utama untuk mendapatkan pengalaman wisata yang nyaman dan edukatif. Herfin […]

  • Ribuan Warga Sanggau Ikuti Jalan Sehat Lintas Agama, Meriahkan Hari Amal Bakti Kemenag

    Ribuan Warga Sanggau Ikuti Jalan Sehat Lintas Agama, Meriahkan Hari Amal Bakti Kemenag

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Semangat kebersamaan dan toleransi terasa kuat di Kabupaten Sanggau saat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau menggelar Pawai Kerukunan pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Acara ini menjadi ruang temu lintas elemen masyarakat untuk meneguhkan kembali nilai persatuan di tengah […]

  • Revitalisasi Keraton Jadi Fokus Kemenbud, Ini Kata Fadli Zon

    Revitalisasi Keraton Jadi Fokus Kemenbud, Ini Kata Fadli Zon

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com – Pemerintah akan merevitalisasi keraton dan kesultanan yang ada di Indonesia. Program tersebut akan dijalankan berdasarkan permintaan dari masing-masing pihak keraton. Hal ini disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026). Dalam kunjungannya, Fadli meninjau sejumlah cagar budaya, termasuk Tahura Gunung Kunci dan bekas benteng pertahanan di […]

  • Cari Ikan Malah Dapat Bom, Penyelam di Beduai Temukan Mortir Aktif di Dasar Sungai

    Cari Ikan Malah Dapat Bom, Penyelam di Beduai Temukan Mortir Aktif di Dasar Sungai

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Warga Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, digegerkan dengan penemuan satu buah mortir yang diduga masih aktif di wilayah Muara Sungai Beduai. Benda berbahaya tersebut ditemukan oleh seorang warga saat sedang menyelam untuk mencari ikan. Peristiwa ini bermula pada Minggu malam, 15 Februari 2026, sekitar pukul 22.20 WIB. Mario Febrian (33), warga Dusun Timaga, menemukan […]

  • Tinjau Calon Arena MTQ XXXIV, Yohanes Ontot: Persiapan Harus Matang Demi Kesuksesan Syiar Islam di Sanggau

    Tinjau Calon Arena MTQ XXXIV, Yohanes Ontot: Persiapan Harus Matang Demi Kesuksesan Syiar Islam di Sanggau

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Kom/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, meninjau langsung lokasi yang akan dijadikan arena utama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Sanggau ke-XXXIV di Kecamatan Tayan Hilir pada Kamis, 12 Februari 2026. Lokasi yang ditinjau saat ini masih berupa lahan kosong dan sedang dalam tahap pengerjaan serta penataan intensif. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh […]

  • Susana di Kampanye Anti Hoaks Pewarsa-AJS: Gunakan Medsos untuk Promosi UMKM, Bukan Fitnah!

    Susana di Kampanye Anti Hoaks Pewarsa-AJS: Gunakan Medsos untuk Promosi UMKM, Bukan Fitnah!

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Komf/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, mengikuti Kampanye Anti Hoaks yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Sanggau (Pewarsa) dan Aliansi Jurnalis Sanggau (AJS). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 ini berlangsung di Aula SMA Negeri 3 Sanggau pada Jumat, 13 Februari 2026. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan pentingnya peran pers yang […]

expand_less