Sekadau Dikepung Banjir, 11.583 Jiwa Terdampak Luapan Sungai Usai Hujan Ekstrem
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- print Cetak

Sekadau Dikepung Banjir, 11.583 Jiwa Terdampak Luapan Sungai Usai Hujan Ekstrem. (Foto: Fb/Erwin Borneo)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com – Bencana banjir di Sekadau melanda pemukiman warga sejak Kamis dini hari, 8 Januari 2026. Curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang mengguyur sejak Rabu malam memicu luapan Sungai Sekadau, merendam ribuan rumah di wilayah Kecamatan Nanga Taman dan Kecamatan Nanga Mahap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo, mengungkapkan bahwa hujan turun tanpa henti sejak pukul 20.00 WIB hingga 01.00 WIB dini hari.
Hal itu menyebabkan debit air sungai naik drastis dan mulai merambah kawasan penduduk pada pukul 03.00 WIB.
Hingga Kamis sore pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 3.545 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 11.583 jiwa terdampak bencana ini. Kecamatan Nanga Taman menjadi titik terparah dengan sebaran dampak di 10 desa berbeda.
Berikut rincian wilayah terdampak berdasarkan data sementara BPBD:
• Kecamatan Nanga Taman: 2.882 KK (9.779 jiwa) meliputi Desa Nanga Taman, Nanga Mongko, Meragun, Senangak, Sungai Lawak, Rirang Jati, Nanga Koman, Nanga Kiungkang, Nanga Mentukak, dan Semerawai.
• Kecamatan Nanga Mahap: 663 KK (1.804 jiwa) yang terkonsentrasi di Desa Lembah Beringin.
Ketinggian air dilaporkan sangat bervariasi antara 0,5 meter hingga mencapai 2 meter, tergantung pada topografi wilayah masing-masing desa.
Merespons situasi darurat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta perangkat kecamatan dan desa langsung bergerak melakukan monitoring dan patroli wilayah. Langkah evakuasi diprioritaskan bagi warga yang rumahnya terendam cukup dalam.
“Kondisi terkini di beberapa desa menunjukkan adanya penurunan tinggi muka air, namun di sejumlah desa lainnya justru mengalami peningkatan akibat kiriman air dari wilayah hulu,” jelas Heri Handoko Susilo.
Selain merendam ribuan rumah, banjir ini memutus akses jalan antar-desa dan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur publik seperti jembatan dan fasilitas umum. Sebagian besar warga kini memilih mengungsi ke rumah kerabat di dataran yang lebih tinggi, sementara sebagian lainnya tetap bertahan di lantai dua rumah mereka.
Mengingat luasnya dampak dan potensi air kiriman dari hulu, BPBD Kabupaten Sekadau telah mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk segera menetapkan status darurat bencana.
Hal ini dinilai krusial guna mempercepat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyaluran logistik dan bantuan peralatan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Dukungan tambahan personel dan perlengkapan kebencanaan kini tengah diupayakan untuk menjangkau titik-titik yang masih terisolasi air.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: BPBD Sekadau

Saat ini belum ada komentar