Senin, 4 Mei 2026
Trending Tags
Beranda » Artikel » Sering Lupa Materi Pelajaran? Ternyata Ini Penyebab dan Solusi Belajar Efektif Menurut Sains

Sering Lupa Materi Pelajaran? Ternyata Ini Penyebab dan Solusi Belajar Efektif Menurut Sains

  • account_circle Anisa
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KILASSANGGAU – Banyak orang merasa rendah diri dan menganggap dirinya tidak cukup cerdas karena sering melupakan materi yang baru saja dipelajari. Namun, benarkah intelegensi menjadi faktor utama? Melansir kanal YouTube Stik Journey pada Sabtu (17/01/2026), masalah sebenarnya bukan terletak pada tingkat kecerdasan, melainkan pada metode belajar yang kurang tepat.

Strategi lama seperti Sistem Kebut Semalam (SKS) atau sekadar menghafal tanpa memahami konsep justru menjadi penghambat otak dalam menyerap informasi secara permanen. Otak manusia sejatinya membutuhkan waktu dan jeda untuk mengolah data secara optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, berikut adalah empat teknik belajar berbasis sains agar proses penyerapan informasi menjadi tiga kali lebih efektif:

1. Teknik Pomodoro: Manajemen Fokus dengan Jeda

Otak manusia memiliki batasan durasi untuk fokus secara mendalam. Belajar berjam-jam tanpa henti dapat memicu kelelahan mental atau burnout.

Cara Kerja: Terapkan pola belajar selama 25 menit, kemudian berikan jeda istirahat selama 5 menit. Ulangi pola ini sebanyak empat kali sebelum mengambil istirahat yang lebih panjang. Jeda singkat ini sangat krusial untuk menjaga otak tetap segar dan siap menyerap informasi pada sesi berikutnya.

2. Metode Feynman: Mengajar Sebagai Cara Memahami

Indikator terbaik bahwa seseorang telah memahami materi adalah kemampuannya menjelaskan kembali dengan bahasa yang sederhana.

Cara Kerja: Cobalah jelaskan materi yang baru dipelajari kepada orang lain atau berbicara sendiri di depan cermin seolah-olah sedang mengajar. Gunakan istilah yang paling mudah dimengerti. Jika Anda tersendat di bagian tertentu, itulah bagian yang harus dipelajari kembali. Proses ini memperkuat sinapsis otak dan mengubah informasi menjadi pemahaman jangka panjang.

3. Transformasi Catatan Menjadi Visual

Mencatat dengan cara menulis ulang seluruh teks secara monoton sering kali membosankan dan sulit diingat oleh otak. Secara alami, otak manusia lebih responsif terhadap gambar dan warna.

Cara Kerja: Gunakan mind map (peta konsep), ilustrasi, atau akronim (singkatan unik) untuk menghubungkan poin-poin penting. Catatan yang visual membantu otak memetakan alur logika dari sebuah konsep secara lebih cepat dan sistematis.

4. Optimalisasi Kinerja Fisik Otak

Kemampuan kognitif sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik. Belajar yang cerdas juga melibatkan penjagaan performa biologis otak melalui dua hal:

• Olahraga Ringan: Melakukan peregangan atau jalan kaki selama 5 menit sebelum belajar dapat meningkatkan aliran oksigen ke otak, sehingga daya fokus meningkat.

• Tidur Berkualitas: Tidur adalah fase di mana otak melakukan konsolidasi memori. Tanpa istirahat yang cukup, informasi yang dipelajari tidak akan tersimpan secara permanen dalam ingatan.

Efektivitas belajar tidak ditentukan oleh seberapa lama seseorang duduk di depan buku, melainkan seberapa cerdas menggunakan teknik yang ada. Dengan mengombinasikan manajemen waktu, teknik pemahaman, catatan visual, serta gaya hidup sehat, kapasitas otak untuk mengingat informasi dapat dioptimalkan secara maksimal.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kronolig Bocah 11 Tahun di Sekadau Meninggal Tenggelam Tersangkut Tali Jamban

    Kronolig Bocah 11 Tahun di Sekadau Meninggal Tenggelam Tersangkut Tali Jamban

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Mus Mussin
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Kabar duka menyelimuti wilayah Kampung Rojok, Dusun Teribang, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Kapuas pada Sabtu (17/1/2026) pagi. Insiden memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat korban sedang asyik bermain air bersama dua orang temannya di sekitar […]

  • Resmi Dilantik! 5 Pimpinan Baznas Kalbar Siap Dorong Ekonomi Umat, Gubernur Norsan Targetkan Optimalisasi Zakat ASN

    Resmi Dilantik! 5 Pimpinan Baznas Kalbar Siap Dorong Ekonomi Umat, Gubernur Norsan Targetkan Optimalisasi Zakat ASN

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melantik 5 pimpinan Baznas Kalbar 2025-2030 di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (9/1/2026). Dalam sambutannya, Gubernur menaruh harapan besar agar Baznas Kalbar tidak hanya menjadi lembaga pengumpul zakat, tetapi juga motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. “Pengelolaan zakat yang […]

  • Proliga 2026 Sapa Pontianak 8 Januari, Tiket Mulai Rp50 Ribu Plus Voucher UMKM

    Proliga 2026 Sapa Pontianak 8 Januari, Tiket Mulai Rp50 Ribu Plus Voucher UMKM

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Kota Pontianak kembali menjadi pusat perhatian pencinta olahraga voli tanah air. Turnamen bola voli profesional kasta tertinggi di Indonesia, Proliga 2026, resmi digelar di Ibu Kota Kalimantan Barat tersebut. Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 8 hingga 11 Januari 2026, dengan upacara pembukaan (opening ceremony) yang akan dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari […]

  • Wamen Kehutanan Ingatkan Risiko Penyimpangan, Tata Kelola Hutan Harus Diperkuat

    Wamen Kehutanan Ingatkan Risiko Penyimpangan, Tata Kelola Hutan Harus Diperkuat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan pentingnya penguatan tata kelola kehutanan berbasis risiko. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk mencegah potensi penyimpangan sekaligus memastikan program kehutanan berjalan efektif. Hal itu disampaikan Rohmat saat menutup Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengawasan Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026). “Manajemen risiko harus diintegrasikan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan […]

  • Polisi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, Sasar WNA Lewat Aplikasi Kencan Palsu

    Polisi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, Sasar WNA Lewat Aplikasi Kencan Palsu

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta berhasil membongkar sindikat love scamming atau penipuan berkedok asmara yang diduga terhubung dengan jaringan internasional. Sindikat tersebut diketahui beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan sasaran korban warga negara asing (WNA). Pengungkapan kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di kantor PT Altair Trans […]

  • Menjaga Keseimbangan: Pentingnya Kesehatan Mental dan Penerimaan Diri bagi Kualitas Hidup

    Menjaga Keseimbangan: Pentingnya Kesehatan Mental dan Penerimaan Diri bagi Kualitas Hidup

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Keyvin
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Selama ini, standar kesehatan sering kali hanya diidentikkan dengan kondisi fisik yang prima. Namun, aspek kesehatan mental sejatinya memiliki peran yang tidak kalah krusial dalam menunjang kualitas hidup seseorang. Keseimbangan antara kesehatan raga dan jiwa kini menjadi kunci utama bagi individu dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari yang semakin kompleks. Melansir edukasi kesehatan dari […]

expand_less