Rabu, 2 Sep 2026
Trending Tags
Beranda » Artikel » Sering Lupa Materi Pelajaran? Ternyata Ini Penyebab dan Solusi Belajar Efektif Menurut Sains

Sering Lupa Materi Pelajaran? Ternyata Ini Penyebab dan Solusi Belajar Efektif Menurut Sains

  • account_circle Anisa
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KILASSANGGAU – Banyak orang merasa rendah diri dan menganggap dirinya tidak cukup cerdas karena sering melupakan materi yang baru saja dipelajari. Namun, benarkah intelegensi menjadi faktor utama? Melansir kanal YouTube Stik Journey pada Sabtu (17/01/2026), masalah sebenarnya bukan terletak pada tingkat kecerdasan, melainkan pada metode belajar yang kurang tepat.

Strategi lama seperti Sistem Kebut Semalam (SKS) atau sekadar menghafal tanpa memahami konsep justru menjadi penghambat otak dalam menyerap informasi secara permanen. Otak manusia sejatinya membutuhkan waktu dan jeda untuk mengolah data secara optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, berikut adalah empat teknik belajar berbasis sains agar proses penyerapan informasi menjadi tiga kali lebih efektif:

1. Teknik Pomodoro: Manajemen Fokus dengan Jeda

Otak manusia memiliki batasan durasi untuk fokus secara mendalam. Belajar berjam-jam tanpa henti dapat memicu kelelahan mental atau burnout.

Cara Kerja: Terapkan pola belajar selama 25 menit, kemudian berikan jeda istirahat selama 5 menit. Ulangi pola ini sebanyak empat kali sebelum mengambil istirahat yang lebih panjang. Jeda singkat ini sangat krusial untuk menjaga otak tetap segar dan siap menyerap informasi pada sesi berikutnya.

2. Metode Feynman: Mengajar Sebagai Cara Memahami

Indikator terbaik bahwa seseorang telah memahami materi adalah kemampuannya menjelaskan kembali dengan bahasa yang sederhana.

Cara Kerja: Cobalah jelaskan materi yang baru dipelajari kepada orang lain atau berbicara sendiri di depan cermin seolah-olah sedang mengajar. Gunakan istilah yang paling mudah dimengerti. Jika Anda tersendat di bagian tertentu, itulah bagian yang harus dipelajari kembali. Proses ini memperkuat sinapsis otak dan mengubah informasi menjadi pemahaman jangka panjang.

3. Transformasi Catatan Menjadi Visual

Mencatat dengan cara menulis ulang seluruh teks secara monoton sering kali membosankan dan sulit diingat oleh otak. Secara alami, otak manusia lebih responsif terhadap gambar dan warna.

Cara Kerja: Gunakan mind map (peta konsep), ilustrasi, atau akronim (singkatan unik) untuk menghubungkan poin-poin penting. Catatan yang visual membantu otak memetakan alur logika dari sebuah konsep secara lebih cepat dan sistematis.

4. Optimalisasi Kinerja Fisik Otak

Kemampuan kognitif sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik. Belajar yang cerdas juga melibatkan penjagaan performa biologis otak melalui dua hal:

• Olahraga Ringan: Melakukan peregangan atau jalan kaki selama 5 menit sebelum belajar dapat meningkatkan aliran oksigen ke otak, sehingga daya fokus meningkat.

• Tidur Berkualitas: Tidur adalah fase di mana otak melakukan konsolidasi memori. Tanpa istirahat yang cukup, informasi yang dipelajari tidak akan tersimpan secara permanen dalam ingatan.

Efektivitas belajar tidak ditentukan oleh seberapa lama seseorang duduk di depan buku, melainkan seberapa cerdas menggunakan teknik yang ada. Dengan mengombinasikan manajemen waktu, teknik pemahaman, catatan visual, serta gaya hidup sehat, kapasitas otak untuk mengingat informasi dapat dioptimalkan secara maksimal.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahaya di Media Sosial, Densus 88 Temukan Anak-anak Terlibat Komunitas Kekerasan

    Bahaya di Media Sosial, Densus 88 Temukan Anak-anak Terlibat Komunitas Kekerasan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kilas Sanggau
    • 0Komentar

    KilasSanggau.com – Densus 88 Antiteror Polri mengungkap temuan serius terkait maraknya paparan konten kekerasan dan ideologi ekstrem di ruang digital yang menyasar anak-anak dan remaja. Fenomena ini dinilai berbahaya karena berpotensi mendorong tindakan kekerasan ekstrem di dunia nyata. Temuan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Penanganan Anak Terpapar Konten Kekerasan di Ruang Digital yang digelar di […]

  • Truk Tangki CPO Terguling di Tanjakan Embaloh Tayan Hilir, Muatan Minyak Kelapa Sawit Tumpah ke Jalan

    Truk Tangki CPO Terguling di Tanjakan Embaloh Tayan Hilir, Muatan Minyak Kelapa Sawit Tumpah ke Jalan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan kendaraan roda enam jenis truk tangki bermuatan minyak kelapa sawit mentah (CPO) terjadi di Jalan Raya Trans Kalimantan, Dusun Embaloh, Desa Tanjung Bunut, Kecamatan Tayan Hilir. Insiden yang menyebabkan truk terguling hingga muatan CPO tumpah ke badan jalan tersebut terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 15.20 […]

  • Bukan Kurang Bakat, Ini Penyebab Belajar Berjam-jam Tapi Cepat Lupa

    Bukan Kurang Bakat, Ini Penyebab Belajar Berjam-jam Tapi Cepat Lupa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Banyak orang merasa telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar, namun sering kali merasa pikiran kosong atau “blank” saat menghadapi ujian. Fenomena ini sering memicu rasa frustrasi dan rendah diri. Namun, masalah utamanya ternyata bukan terletak pada kapasitas otak, melainkan pada metode belajar yang kurang tepat. Melansir kanal edukasi Misi Tuntas, metode belajar pasif […]

  • Pedoman Penataan Makam Sesuai Syariat, Tim BHR Kemenag Sanggau Ukur Arah Kiblat di Pemakaman Serarong

    Pedoman Penataan Makam Sesuai Syariat, Tim BHR Kemenag Sanggau Ukur Arah Kiblat di Pemakaman Serarong

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Tim Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau melaksanakan pengukuran arah kiblat di area pemakaman muslim Dusun Serarong, Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu, pada Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas permohonan resmi dari Yayasan Amal Jariyah Parindu. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan kepastian arah bagi […]

  • Resep Dessert Thailand Pinky: Perpaduan Manis dan Gurih untuk Ide Jualan Takjil

    Resep Dessert Thailand Pinky: Perpaduan Manis dan Gurih untuk Ide Jualan Takjil

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Hidangan penutup asal Negeri Gajah Putih selalu berhasil menarik perhatian pecinta kuliner di Indonesia. Setelah sebelumnya sempat viral, kanal YouTube Uli’s Kitchen kembali membagikan kreasi terbarunya, yaitu Dessert Thailand Pinky. Camilan ini menawarkan sensasi rasa yang unik melalui perpaduan lapisan bawah merah muda yang manis kenyal dengan lapisan tengah fla santan yang asin […]

  • Anti Gagal! Resep Donat “Menul” yang Tetap Lembut Tanpa Mesin Mixer

    Anti Gagal! Resep Donat “Menul” yang Tetap Lembut Tanpa Mesin Mixer

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Membuat donat rumahan dengan tekstur yang empuk dan mengembang sempurna atau yang populer dengan istilah “menul-menul” kini bukan lagi impian bagi pemula. Menariknya, hasil yang maksimal ini bisa dicapai tanpa memerlukan mesin mixer. Cukup dengan teknik uleni tangan dalam waktu singkat, Anda bisa menghasilkan donat yang lembut bahkan tetap empuk saat disimpan semalaman. […]

expand_less