Wagub Jajal Jalur Ekstrem Parindu, 650 Rider Trail Serbu Event Jelajah Alam di Desa Engkalet
- account_circle Tim
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- print Cetak

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan buka event trail di Desa Engkalet, Sanggau. Diikuti 650 rider, ia ajak jaga alam sebagai potensi wisata petualangan. (Foto: Adpim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com — Sebanyak 650 rider motor trail dari berbagai daerah di Kalimantan Barat hingga luar provinsi meramaikan Event Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k Tahun 2026. Kegiatan yang memacu adrenalin ini digelar di Desa Engkalet, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Setibanya di lokasi, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, disambut secara adat oleh tokoh adat dan masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan tinggi.
Event wisata olahraga ekstrem tersebut resmi dibuka oleh Wagub Kalbar dengan mengibarkan bendera Merah Putih sebagai tanda dimulainya penjelajahan di medan hutan Sanggau.
Hadir pula dalam kegiatan ini Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, jajaran Pemkab Sanggau, Forkopimda, serta pimpinan lembaga keuangan dan komunitas trail lintas daerah.
Usai membuka acara secara resmi, Wagub Kalbar bersama Wakil Bupati Sanggau dan Wakil Wali Kota Singkawang turut menjajal langsung jalur jelajah alam menggunakan motor trail.
Dalam sambutannya, Wagub Kalbar mengapresiasi antusiasme peserta yang luar biasa. Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata berbasis alam.
“Event ini diikuti bukan hanya oleh rider dari Kalbar, tetapi juga dari luar daerah. Ini menjadi momen yang sangat baik untuk mempromosikan potensi wisata,” ujar Wagub Krisantus Kurniawan, Sabtu (24/1/2026).
Ia menuturkan bahwa Kalimantan Barat memiliki kekayaan jalur ekstrem yang sangat potensial dikembangkan sebagai daya tarik wisata petualangan kelas dunia.
Krisantus mencontohkan potensi serupa di daerah lain seperti Suluh Tembawang, Kabupaten Landak, yang memiliki kemiringan jalur mencapai 45 derajat yang sangat menantang.
Lebih lanjut, Wagub menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam mengelola kekayaan alam agar tidak hanya berfokus pada eksploitasi jangka pendek semata.
“Kalau alam kita pelihara, keindahannya tidak akan habis. Alam jangan hanya ditebang dan digali, tetapi dimanfaatkan keindahannya untuk pariwisata jangka panjang,” tegasnya.
Ia pun meminta Dinas Pariwisata agar terus mempromosikan jalur di Desa Engkalet ini secara berkelanjutan agar menjadi objek wisata menarik bagi wisatawan umum.
Tak lupa, Wagub mengingatkan para peserta untuk tetap disiplin dan mengutamakan keselamatan selama menaklukkan medan yang berat di sepanjang jalur jelajah.
“Disiplin itu penting. Jika ada peserta yang tidak tertib, panitia harus tegas, bahkan bisa langsung dikeluarkan dari event ini,” pungkas Krisantus Kurniawan.
Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menyampaikan selamat datang serta apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara.
Bagi Susana, kegiatan trail bukan hanya sekadar menaklukkan medan sulit, melainkan sarana mempererat silaturahmi dan solidaritas antar komunitas pecinta otomotif.
“Setiap jalur, setiap bukit, dan keramahan masyarakat Engkalet akan menjadi cerita berharga bagi para peserta. Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda wisata unggulan,” tutup Susana Herpena.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar