Sabtu, 7 Mar 2026
Trending Tags
Beranda » News » Kejar Swasembada Pangan, Pemprov Kalbar Salurkan Bantuan Benih Padi 1.700 Hektare

Kejar Swasembada Pangan, Pemprov Kalbar Salurkan Bantuan Benih Padi 1.700 Hektare

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KilasSanggau.Com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memacu penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dalam acara Gerakan Panen Padi Serentak Menuju Swasembada Pangan Kalbar yang digelar di Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, Rabu (7/1/2026), pemerintah daerah memastikan penyaluran bantuan benih padi seluas 1.700 hektare guna meningkatkan produktivitas hasil panen tahun ini.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamallulael, serta jajaran Forkopimda dan perwakilan Kementerian Pertanian. Momentum ini menjadi bagian dari upaya nasional mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia bersama Presiden RI.

Dalam sambutannya, Wagub Krisantus menegaskan bahwa ketersediaan benih unggul merupakan kunci utama bagi petani untuk menghadapi tantangan hama dan penyakit. Untuk tahun 2026, Pemprov Kalbar mengucurkan dana APBD untuk menyokong ribuan hektare lahan pertanian.

“Provinsi Kalimantan Barat melalui pemerintah daerah mengalokasi bantuan APBD berupa bantuan benih padi sebesar 1.700 ha. Khusus untuk Kabupaten Mempawah mendapatkan alokasi seluas 200 ha. Saya berharap petani yang mendapatkan bantuan ini memanfaatkannya dengan merawat tanaman sebaik-baiknya agar hasil produksi sesuai harapan,” ujar Krisantus.

Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan program ekstensifikasi dan intensifikasi lahan yang menjadi pendorong utama pencapaian swasembada di Kalimantan Barat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalbar, Herti Herawati, menambahkan bahwa salah satu solusi mengatasi keterbatasan lahan adalah dengan mengaktifkan kembali lahan-lahan yang tidak produktif di tingkat desa.

“Kami mendorong masyarakat dan petani untuk meningkatkan Indeks Pertanaman serta memanfaatkan lahan tidur yang tidak terpakai di tiap desa atau kelurahan masing-masing. Pemanfaatan lahan tidur dengan menanam tanaman pangan akan sangat bermanfaat bagi pemilik lahan dan mendukung swasembada pangan,” jelas Herti.

Dinas TPH berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan teknis kepada para petani agar lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat berubah menjadi lumbung pangan yang produktif.

Meskipun tantangan mewujudkan swasembada pangan tidaklah mudah, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan para petani dianggap sebagai kekuatan utama. Peran pertanian Kabupaten Mempawah sendiri diharapkan menjadi salah satu pilar penopang stok padi di Kalimantan Barat.

“Para petani sebagai ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan kita apresiasi setinggi-tingginya. Pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan dan pendampingan agar kesejahteraan petani juga meningkat seiring dengan kenaikan produksi,” pungkas Herti.

Melalui gerakan serentak ini, Kalimantan Barat optimis dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat di bidang pangan pada masa depan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terungkap! Motif Pembunuhan dalam Karung di Sanggau Ternyata Dipicu Utang Rp700 Ribu

    Terungkap! Motif Pembunuhan dalam Karung di Sanggau Ternyata Dipicu Utang Rp700 Ribu

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Pihak kepolisian berhasil mengungkap fakta mengejutkan di balik peristiwa penemuan mayat di Sanggau yang jasadnya ditemukan di dalam karung. Pelaku berinisial WF (24) tega menghabisi nyawa temannya sendiri, M (18), hanya karena dipicu permasalahan utang piutang yang berujung pada tindakan keji, yang kini menjadi kasus kriminal Kalimantan Barat yang menyita perhatian publik. “Hasil […]

  • Pekawai Jadi Primadona Baru di Perbatasan, Karantina Kalbar Catat Ekspor Ratusan Ton Sepanjang Januari

    Pekawai Jadi Primadona Baru di Perbatasan, Karantina Kalbar Catat Ekspor Ratusan Ton Sepanjang Januari

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com — Berakhirnya musim durian ternyata tidak menyurutkan geliat ekspor hortikultura di beranda depan negara. Seiring meredanya pengiriman durian, kini giliran buah pekawai yang mengambil alih panggung sebagai komoditas unggulan baru. Buah eksotis khas Kalimantan ini mencatatkan lonjakan signifikan. Baik dari frekuensi pengiriman maupun volume ekspor yang melintasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong menuju […]

  • 7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan: Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang?

    7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan: Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang?

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Upaya menghentikan kabut asap lintas batas di Asia Tenggara sangat bergantung pada efektivitas pencegahan kebakaran di lapangan. Namun, Fire-Free Alliance (FFA) mengidentifikasi adanya tujuh tantangan sistemik yang membuat permasalahan ini sulit dituntaskan secara permanen. Melansir informasi dari kanal YouTube Discover APRIL pada Kamis (22/01/2026), penanggulangan kebakaran bukan sekadar memadamkan api, melainkan menghadapi kerumitan […]

  • Belajar Cepat ala Ibnu Sina: Rahasia Ilmuwan Abad ke-10 yang Relevan di Era Modern

    Belajar Cepat ala Ibnu Sina: Rahasia Ilmuwan Abad ke-10 yang Relevan di Era Modern

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Pernahkah Anda merasa kesulitan menyerap informasi atau cepat melupakan materi yang baru saja dipelajari? Fenomena ini sering menjadi kendala utama dalam menuntut ilmu. Padahal, pada abad ke-10, seorang tokoh besar bernama Ibnu Sina telah mempraktikkan metode belajar yang membuatnya menjadi dokter ahli di usia yang sangat muda, yakni 16 tahun. Melansir kanal edukasi […]

  • Libur Tahun Baru, 450 Wisatawan Padati Pancur Aji Sanggau dalam Penjagaan Ketat Polisi

    Libur Tahun Baru, 450 Wisatawan Padati Pancur Aji Sanggau dalam Penjagaan Ketat Polisi

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KilasSanggau.Com – Suasana libur Tahun Baru 2026 di kawasan Objek Wisata Pancur Aji, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, terpantau ramai namun tetap terkendali. Libur Tahun Baru Sanggau kali ini diwarnai dengan peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan di destinasi unggulan tersebut, sehingga memicu kesiapsiagaan personel kepolisian dalam melakukan pengamanan tempat wisata. Kegiatan pengamanan dimulai sejak Sabtu, 3 […]

  • Manajemen Waktu: Cara Mengelola 168 Jam Seminggu agar Produktif dan Tetap Happy

    Manajemen Waktu: Cara Mengelola 168 Jam Seminggu agar Produktif dan Tetap Happy

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    KILASSANGGAU – Banyak dari kita bekerja mati-matian hingga kurang tidur, namun tetap merasa tumpukan pekerjaan tidak pernah selesai. Masalah utamanya sering kali bukan terletak pada banyaknya tugas, melainkan pada bagaimana kita mengelola waktu yang tersedia. Melansir panduan dari kanal edukasi Satu Persen, satu hal penting yang harus diingat adalah: Jangan terlalu percaya pada otak Anda. […]

expand_less