Penduduk Pontianak Tembus 700 Ribu Jiwa, Wali Kota Tekankan Sinergi Jaga Kondusivitas
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- print Cetak

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono pimpin apel peringatan HAB Kemenag ke-80. | Penduduk Pontianak Tembus 700 Ribu Jiwa, Wali Kota Tekankan Sinergi Jaga Kondusivitas. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyoroti dinamika perkembangan kota yang kian pesat, di mana penduduk Kota Pontianak saat ini terus meningkat hingga mendekati angka 700 ribu jiwa. Dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-80, Sabtu (3/1/2026), ia menegaskan bahwa pertumbuhan populasi ini harus dibarengi dengan penguatan pembangunan Kota Pontianak yang harmonis dan kolaboratif.
Bertempat di Halaman MTs Negeri 2 Pontianak, Edi mengajak seluruh elemen Kementerian Agama untuk melanjutkan sinergi yang telah terjalin. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor terbukti telah membawa Kota Khatulistiwa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan di Kalimantan Barat, Pontianak menghadapi tantangan besar dalam merawat keberagaman warganya. Dengan jumlah penduduk yang hampir menyentuh 700 ribu jiwa, keberagaman identitas dan keyakinan menjadi kekayaan sekaligus aset yang perlu dijaga dengan hati-hati.
“Kondusivitas kota perlu ditingkatkan agar bisa menaikkan indeks kebahagiaan warga,” ujar Edi Rusdi Kamtono. Ia menambahkan bahwa kerukunan bukan sekadar tidak adanya konflik, melainkan energi kebangsaan yang menjadi modal utama untuk menggerakkan kemajuan daerah.
Wali Kota menjelaskan bahwa visi Pontianak yang Maju, Sejahtera, dan Berwawasan Lingkungan yang Humanis hanya bisa dicapai jika instansi seperti Kementerian Agama ikut berperan aktif. Kolaborasi ini tidak hanya menyasar aspek spiritual, tetapi juga nyata dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), indikator pembangunan di Pontianak menunjukkan tren peningkatan yang positif. Edi berharap Kementerian Agama terus menjadi penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan dan memberikan solusi nyata bagi persoalan bangsa.
Dalam amanatnya, Edi menyebutkan bahwa selama delapan dekade, Kementerian Agama telah berhasil beradaptasi dengan dinamika zaman. Perannya kini semakin krusial, mulai dari meningkatkan kualitas pendidikan agama hingga memberdayakan ekonomi umat.
“Setiap kebijakan yang diambil harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar urusan administratif dan birokrasi,” pungkasnya.
Peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema ‘Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju’, yang dinilai sangat relevan dengan upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam menjaga stabilitas di tengah pertumbuhan penduduk yang masif.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar