Mengapa Puasa Malah Bikin Sakit? Hindari 7 Makanan Pemicu Tubuh Tumbang
- account_circle Anisa
- calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
- print Cetak

Mengapa Puasa Malah Bikin Sakit? Hindari 7 Makanan Pemicu Tubuh Tumbang. (Foto : Gemini AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KILASSANGGAU – Mengalami keluhan seperti sakit kepala, perut mual, hingga jantung berdebar saat menjalankan ibadah puasa merupakan hal yang sering dirasakan banyak orang. Namun, menurut pakar nutrisi Rosihan Hidayah, masalah tersebut umumnya bukan terletak pada aktivitas puasanya, melainkan pada jenis asupan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka.
Kondisi tubuh yang kosong selama belasan jam membuat metabolisme bekerja secara berbeda dan menjadi jauh lebih sensitif terhadap zat tertentu. Salah memilih menu dapat berakibat fatal pada kebugaran tubuh sepanjang hari.
7 Makanan “Biang Kerok” Tubuh Drop di Bulan Ramadan
Berdasarkan penjelasan Rosihan Hidayah, berikut adalah tujuh jenis makanan yang sebaiknya dihindari agar kondisi fisik tetap prima:
1. Makanan Terlalu Asin: Olahan seperti ikan asin atau telur asin memiliki kadar natrium tinggi yang memaksa tubuh menyerap air secara berlebihan. Dampaknya, Anda akan merasa haus luar biasa dan berisiko mengalami kenaikan tekanan darah.
2. Makanan Terlalu Manis: Konsumsi sirup atau kolak yang sangat pekat memicu lonjakan gula darah mendadak (sugar spike). Hal ini menyebabkan rasa kantuk berat setelah berbuka dan badan terasa sangat lemas pada siang hari berikutnya.
3. Gorengan dan Makanan Berminyak: Lemak jenuh dari minyak dapat menempel di dinding lambung yang kosong, memicu kenaikan asam lambung, perut begah, hingga kembung.
4. Makanan Pedas dan Santan Pekat: Perpaduan cabai yang mengiritasi lambung dan lemak santan yang sulit dicerna sering kali memicu diare serta nyeri ulu hati sesaat setelah berbuka.
5. Nasi Putih Berlebihan: Makan nasi dalam porsi besar saat sahur tidak menjamin ketahanan tubuh. Sebaliknya, asupan karbohidrat sederhana yang berlebih membuat tubuh cepat lapar, haus, dan gula darah tidak stabil.
6. Kopi dan Teh Pekat: Minuman ini bersifat diuretik yang menguras cairan tubuh. Ini adalah penyebab utama tenggorokan kering serta sensasi badan gemetar atau jantung berdebar, terutama bagi kelompok lansia.
7. Makanan Instan: Produk seperti mi instan rendah nutrisi namun tinggi pengawet. Meski memberikan rasa kenyang sesaat, tubuh tetap kekurangan energi berkualitas untuk beraktivitas.
Solusi Asupan yang Lebih Sehat dan Ramah Pencernaan
Sebagai alternatif, Rosihan Hidayah menyarankan beberapa pilihan menu yang dapat membantu menjaga stabilitas metabolisme tubuh selama Ramadan:
• Air Putih Hangat: Sangat disarankan untuk menenangkan lambung di awal waktu berbuka.
• Kurma dan Buah Segar: Memberikan energi alami dan hidrasi yang baik, seperti semangka, pepaya, atau pir.
• Protein Ringan: Mengonsumsi ikan kukus, telur rebus, tahu, atau tempe yang diolah dengan sedikit minyak.
• Karbohidrat Kompleks: Memilih nasi merah, kentang rebus, atau ubi kukus untuk memberikan rasa kenyang yang lebih lama.
Dengan memperhatikan pola makan dan menghindari ketujuh jenis makanan di atas, tubuh akan terasa lebih ringan, kualitas tidur terjaga, dan ibadah puasa dapat dijalankan secara maksimal tanpa kendala kesehatan yang berarti.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: YouTube/Rosihan Hidayah

Saat ini belum ada komentar