Strategi Fungsional Jalan Bodok–Meliau, Wagub Krisantus: Lebih Baik Bisa Dilewati Semua Daripada Satu Titik Mulus Sisanya Hancur
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- print Cetak

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan tinjau proyek Jalan Bodok–Meliau senilai Rp16,6 Miliar. Ia tegaskan komitmen pembangunan fungsional demi ekonomi warga. (Foto: Adpim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KilasSanggau.Com — Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, meninjau langsung progres peningkatan ruas Jalan Bodok–Meliau yang berlokasi di Desa Melobok, Dusun Lubuk Masir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Sabtu (24/1/2026).
Ruas jalan ini merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat karena peran strategisnya sebagai jalur penghubung utama aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Untuk penanganan tahun ini, Pemprov Kalbar mengalokasikan anggaran sekitar Rp16,6 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk perbaikan intensif sepanjang 1,37 kilometer serta pemeliharaan fungsional sepanjang 19,3 kilometer agar tetap layak dilalui.
Wagub Kalbar menyampaikan bahwa penanganan infrastruktur jalan di wilayah Sanggau dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan merata.
“Sekarang ini di Desa Melobok, Dusun Lubuk Masir, sedang dilakukan penanganan jalan oleh Pemerintah Provinsi. Harapan kita, beberapa tahun ke depan ruas Jalan Bodok–Meliau bisa tuntas secara bertahap,” kata Krisantus Kurniawan, Sabtu (24/1/2026).
Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan akses transportasi masyarakat tetap terjaga. Kelancaran arus barang dan orang menjadi kunci utama pergerakan roda ekonomi di desa.
“Yang terpenting bagi pemerintah adalah jalan ini bisa dilalui masyarakat. Akses transportasi harus hidup karena di situlah roda ekonomi bergerak,” ujarnya menekankan pentingnya fungsionalitas jalan.
Menanggapi pertanyaan warga mengenai alasan belum seluruhnya diaspal, Wagub memberikan penjelasan secara transparan mengenai keterbatasan anggaran daerah yang harus dibagi ke seluruh wilayah.
Pemerintah menerapkan strategi penanganan fungsional jalan. Artinya, daripada hanya memperbaiki satu titik hingga mulus sementara ruas lainnya rusak parah, pemerintah memilih menjaga jalur yang panjang tetap aman dilalui.
“Lebih baik jalan bisa dilewati semua warga, meskipun belum sempurna, daripada hanya satu titik bagus tetapi yang lain hancur. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat sehari-hari,” jelas Wagub.
Krisantus Kurniawan berkomitmen untuk terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur yang merata di Kalimantan Barat selama dirinya mengemban amanah sebagai pimpinan daerah.
Pada Tahun Anggaran 2025 sendiri, Pemprov Kalbar telah menyiapkan dua paket besar peningkatan jalan di Kabupaten Sanggau yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah.
Warga Desa Melobok menyambut baik kehadiran dan perhatian langsung dari Wagub. Mereka berharap perbaikan ini terus berlanjut hingga tuntas ke pusat kecamatan.
“Kami berharap jalan ini benar-benar bisa selesai bertahap. Kalau jalan bagus, hasil kebun mudah dibawa keluar, dan anak-anak juga lebih aman ke sekolah,” tutur salah seorang warga setempat.
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menekan biaya angkut hasil bumi yang menjadi tumpuan utama ekonomi masyarakat di Kecamatan Meliau.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar